Staf Khusus Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang membidangi Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, mengeluarkan seruan kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan ancaman yang ditujukan kepada masyarakat sipil di Papua. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Selasa.
Lenis Kogoya menekankan bahwa seruan ini muncul sebagai respons terhadap sejumlah insiden kekerasan dan ancaman yang terjadi terhadap warga sipil di Papua. "Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," ujarnya.
Ancaman Terhadap Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Selain itu, Lenis juga mengungkapkan adanya ancaman yang ditujukan kepada masyarakat serta jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2026. Ia menegaskan pentingnya keamanan dan ketertiban di Papua agar masyarakat dapat merayakan momen bersejarah tersebut dengan aman.
Pentingnya Menghentikan Kekerasan
Lenis Kogoya menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang terus berlanjut hanya akan merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan di Papua. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.