Para atlet ganda putra Indonesia didorong untuk menghadapi ketidakpastian akibat perubahan pasangan yang baru-baru ini terjadi dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mendapatkan tempat di Olimpiade Los Angeles 2028. Meskipun perombakan ini menimbulkan perdebatan sengit setelah pemisahan pasangan yang telah mapan, Rexy Mainaky, selaku direktur pelatihan ganda, meyakini bahwa perubahan ini dapat membuka peluang baru serta membantu membangun mentalitas juara yang diperlukan untuk meraih medali emas Olimpiade yang selama ini sulit dicapai oleh Malaysia.
Rexy menginginkan para pemainnya untuk tidak terjebak dalam pemikiran negatif akibat perubahan yang terjadi, melainkan untuk fokus memanfaatkan kesempatan yang ada. "Ini bukan lagi tentang zona nyaman," ungkap Rexy. "Ketika kemitraan berubah, semua orang memulai dari nol lagi. Para pemain harus melihatnya sebagai peluang baru dan membuktikan diri."
Risiko Mempertahankan Status Quo
Rexy percaya bahwa mempertahankan kondisi yang ada dapat membawa risiko tersendiri, mengacu pada kesulitan yang dialami beberapa pasangan nasional meskipun telah memiliki kemitraan yang mapan. Pasangan terbaik Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, yang saat ini menduduki peringkat ketiga dunia, baru-baru ini mengalami kekalahan mengecewakan dalam beberapa turnamen, termasuk dari lawan-lawan yang lebih muda asal Indonesia. Sementara itu, pasangan-pasangan lainnya juga kesulitan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Rexy menegaskan bahwa tim pelatih tidak bisa menunggu hingga periode kualifikasi Olimpiade yang dimulai pada Mei tahun depan untuk menjajaki opsi-opsi baru. "Kita masih punya banyak turnamen sebelum perlombaan Olimpiade dimulai. Ini adalah waktu untuk melihat kombinasi apa yang bisa berhasil dan potensi apa yang kita miliki," ujarnya.
Peluang Baru Melalui Kombinasi yang Beragam
Dalam perombakan terbaru, beberapa kombinasi baru akan diuji selama beberapa bulan ke depan, dengan tim pelatih akan mengevaluasi kemitraan mana yang memiliki prospek jangka panjang paling kuat. Di antara pasangan yang akan diberikan kesempatan adalah kombinasi yang melibatkan pemain senior dan junior, langkah yang diharapkan Rexy dapat mempercepat pengembangan generasi berikutnya.
Namun, ia menekankan bahwa latihan ini bukan untuk menggantikan bintang-bintang yang sudah ada, melainkan untuk menciptakan persaingan yang lebih ketat di dalam tim. "Kita harus cukup berani untuk mencoba. Jika pasangan baru tampil bagus, mengapa mereka tidak boleh melanjutkan? Yang penting adalah mengidentifikasi kombinasi terbaik untuk masa depan," tegasnya.
Rexy juga menyampaikan bahwa diskusi dengan pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi dan ketua Komite Performa Datuk Seri Lee Chong Wei berfokus pada perubahan pola pikir para pemain menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Ia menilai bahwa selama ini bulu tangkis Malaysia terlalu terfokus pada perolehan medali, alih-alih mengejar kemenangan utama. "Kami sudah memenangkan perak. Kami sudah memenangkan perunggu," kata Rexy. "Sekarang kita harus berpikir berbeda. Tujuannya adalah emas."
Ia menekankan pentingnya mentalitas tersebut mulai sekarang. "Pergi ke Olimpiade seharusnya bukan hanya tentang berpartisipasi atau sekadar memenangkan medali. Seharusnya tentang menjadi juara." Berdasarkan rencana perombakan yang diumumkan oleh BAM pekan lalu, dua kombinasi paling mapan di tim nasional, Aaron-Wooi Yik dan Man Wei Chong-Tee Kai Wun, telah dipisahkan karena tim pelatih sedang menjajaki kombinasi baru menjelang siklus Olimpiade Los Angeles.
Beberapa pasangan yang akan diuji antara lain Aaron-Aaron Tai, Kai Wun-Yap Roy King, Wan Arif Junaidi-Kang Khai Xing, dan Wei Chong-Soh Wooi Yik, dengan kombinasi-kombinasi tersebut diperkirakan akan tampil dalam serangkaian acara World Tour selama beberapa bulan mendatang.