Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan rencana untuk menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta membentuk Batalyon Sniper sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tempur. Rencana ini disampaikan melalui akun Instagram resmi TNI AL pada Selasa, 13 Oktober.
Penambahan Personel dan Satuan
Dalam pembahasan mengenai rencana tersebut, Ali berharap akan ada penambahan jumlah personel. Ia juga menyatakan harapannya akan adanya penambahan satuan bantuan udara yang akan diperkuat oleh Korps Marinir. Rencana penambahan ini juga mencakup perluasan ke satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di berbagai wilayah lainnya.
Optimalisasi Pertahanan Nasional
Ali menjelaskan bahwa langkah-langkah ini direncanakan untuk mengoptimalkan kekuatan pasukan dan pertahanan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. "Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional," ujarnya.
Selain itu, Ali menambahkan bahwa prajurit yang menunjukkan prestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat atau kesempatan untuk mengikuti pendidikan. Ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan keberanian para prajurit. "Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
Ali juga memberikan apresiasi kepada prajurit Satgas Koops TNI Habema atas keberhasilan mereka dalam menumpas tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pemberian penghargaan ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo untuk memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan tempur TNI AL.