Setelah empat tahun tanpa gelar di tingkat tertinggi HSBC BWF World Tour, PV Sindhu berhasil meraih kemenangan yang sangat dinantikan di DAIHATSU Japan Open 2026. Gelar terakhirnya di kategori Super 500 diraih lebih dari empat tahun lalu, tepatnya di Singapore Open pada Mei 2022. Meskipun ia sempat mengantongi gelar Super 300 dan medali emas di Commonwealth Games pada tahun 2022, gelar mayor terakhir yang diraihnya adalah tujuh tahun lalu di Kejuaraan Dunia BWF 2019.
Kemenangan di kelas Super 750 ini memberikan rasa lega dan kebahagiaan yang terpancar di wajah Sindhu, menandai kembali ke jalur kemenangan dan menguatkan posisinya sebagai salah satu kandidat juara di Kejuaraan Dunia BWF mendatang. Dalam pertandingan final, Sindhu berhadapan dengan Akane Yamaguchi, pemain tuan rumah yang telah mengoleksi empat gelar di turnamen ini. Sindhu menunjukkan determinasi untuk berkompetisi dengan Yamaguchi, bahkan dalam situasi yang menuntut.
Pertandingan yang Menegangkan
Di awal gim kedua, terjadi reli panjang dengan 44 pukulan yang menunjukkan semangat juang Sindhu dalam mengejar setiap poin, yang pada akhirnya melemahkan Yamaguchi. Meskipun terdapat beberapa kejutan dan perubahan selama pertandingan, Yamaguchi yang telah menjalani dua pertandingan melelahkan sebelum final tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya. Sindhu berhasil menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-17.
Perasaan Bahagia dan Refleksi
“Sangat, sangat bahagia, sampai tak bisa berkata-kata,” ungkap Sindhu. “Sudah 19 bulan sejak saya menang (Syed Modi International, Super 300), dan ini sangat penting bagi saya, karena mencapai final adalah satu hal, tetapi menang dan berdiri di podium sambil mendapatkan medali emas adalah hal yang berbeda sama sekali.”
Ia juga menambahkan, “Poin terakhir tidak sah dan saya harus mengajukan banding atas keputusan tersebut. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Meskipun saya unggul, saya melakukan kesalahan. Jadi penting bagi saya untuk tetap tenang dan fokus pada setiap poin.” Sindhu menekankan pentingnya menjaga sikap positif dan agresivitas saat menghadapi lawan-lawan tangguh. “Saya tidak bisa mengendalikan emosi saya di akhir pertandingan. Ada beberapa reli panjang, dan saya memenangkan beberapa reli besar itu, dan itu penting.”
Di sisi lain, Yamaguchi mengakui kekalahannya dengan penuh rasa kecewa. “Saya sangat kecewa,” kata Yamaguchi. “Saya tidak cedera, tetapi saya hanya sedikit lelah karena saya telah menjalani pertandingan panjang sebelumnya, jadi saya tidak bisa bermain cepat. Saya mencoba mencetak poin dari pertahanan saya, tetapi serangannya sangat bagus. Permainan saya tidak cukup baik hari ini. Sindhu bermain sangat baik, dia sangat agresif, dan smash-nya kuat.”