Tuesday, 21 July 2026
Peristiwa

Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Menuju Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mencapai swasembada pangan dan energi, meskipun menghadapi berbagai tantangan.

D
Daniel Saputra
20 July 2026 31 pembaca
Foto: BPMI Setpres
Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menjalankan agenda pembangunan nasional dengan baik, terutama dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan bahwa pemerintah bekerja keras untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu. Ia menilai bahwa pencapaian pemerintah sejauh ini cukup memuaskan, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. "Masalahnya masih lebih banyak. Cita-cita kita lebih besar. Pekerjaan kita masih banyak. Perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat sekarang apa yang kita sudah capai," ungkap Prabowo.

Capaian Ketahanan Pangan

Salah satu pencapaian yang disoroti oleh Prabowo adalah keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia, serta mencatat nilai tukar petani tertinggi. "Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," tutur Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung pencapaian di sektor energi, di mana Indonesia berhasil memproduksi B50, yaitu solar yang mengandung 50 persen bahan baku kelapa sawit. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Menanggapi Tekanan Global

Prabowo mengakui bahwa kebijakan tersebut sempat menghadapi banyak tantangan dan penolakan. Namun, ia menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk percaya pada kekuatan sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan dari lembaga rating internasional. "Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini, pemimpinnya selalu ditakut-takuti. Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency, takut dengan itu," ucap Prabowo.

Ia menekankan bahwa arah pembangunan pemerintah harus berfokus pada kebutuhan dasar rakyat dan prinsip-prinsip yang diakui secara global. Prabowo menyebutkan bahwa agenda pemerintah sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang asasi, yang basic. Basic bukan menurut selera kita, basic menurut pakar-pakar dunia. Basic menurut PBB. Sustainable Development Goals," ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan dan kelaparan merupakan prioritas utama yang harus diperjuangkan oleh negara. Sebagai anggota G20, Indonesia tidak boleh membiarkan rakyatnya hidup dalam kelaparan. “SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan,” kata Presiden. “Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa berbagai agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah juga mencakup sektor kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, akses air bersih, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi, infrastruktur, serta pengurangan ketimpangan. “SDG ketiga, good health and well being. Nomor empat, quality education. Lima, gender equality. Enam, clean water. Tujuh, affordable and clean energy. Decent work and economic growth. Industry, innovation, infrastructure, reduce inequalities. Saudara-saudara, ini yang kita sedang kerjakan,” ungkap Presiden.

// Artikel Terkait