Di ajang National Anti Fraud Conference 2026, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB UNDIP) mempersembahkan monolog berjudul “Eling lan Waspada” yang mengangkat tema kebudayaan. Acara ini berlangsung di Semarang dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi dan praktisi anti penipuan.
Pentingnya Kesadaran Budaya
Dalam monolognya, Dekan FIB UNDIP menekankan pentingnya kesadaran budaya sebagai fondasi dalam upaya melawan penipuan. Ia menjelaskan bahwa budaya memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu dan masyarakat. Dengan memahami dan menghargai kebudayaan, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang marak terjadi.
Pesan Moral dalam Monolog
Melalui “Eling lan Waspada”, pesan moral yang disampaikan adalah perlunya setiap individu untuk selalu ingat dan waspada terhadap lingkungan sekitar. Dekan FIB UNDIP menuturkan bahwa kesadaran akan budaya dan nilai-nilai lokal dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk penipuan. Monolog ini diharapkan dapat menginspirasi peserta konferensi untuk lebih mengedepankan nilai-nilai kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan tentang anti penipuan, tetapi juga sebagai platform untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.