Thursday, 10 September 2026
Olahraga

Penyelidikan Terhadap Xia Xuanze Mengguncang Dunia Bulu Tangkis China

Mantan juara dunia bulu tangkis, Xia Xuanze, kini tengah menjalani penyelidikan terkait pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Kasus ini menambah daftar panjang masalah dalam administrasi olahrag...

F
Farhan Hakim
02 September 2026 44 pembaca
Xia Xuanze/[Foto:AFP]
Xia Xuanze/[Foto:AFP]

Dunia bulu tangkis di Tiongkok kembali dihebohkan setelah Xia Xuanze, mantan juara dunia sekaligus wakil presiden Asosiasi Bulu Tangkis Tiongkok (CBA), terlibat dalam penyelidikan atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Penyelidikan ini dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua pada hari Selasa, di mana Xia sedang diperiksa oleh tim dari Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin bersama dengan pihak berwenang setempat di Nantong, provinsi Jiangsu.

Detail mengenai tuduhan yang dihadapi oleh Xia Xuanze belum diungkapkan secara resmi. Istilah "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum" sering digunakan oleh otoritas Tiongkok ketika mengumumkan penyelidikan yang berkaitan dengan disiplin atau korupsi.

Profil Xia Xuanze dan Perannya dalam Bulu Tangkis

Xia Xuanze, yang kini berusia 48 tahun, dikenal sebagai juara dunia pada tahun 2003 dan meraih medali perunggu di Olimpiade Sydney 2000. Setelah pensiun dari dunia bulu tangkis pada tahun 2007, ia beralih menjadi pelatih dan berperan sebagai kepala pelatih tunggal serta wakil presiden CBA pada tahun 2018. Selain itu, Wang Wei, mantan wakil presiden dan sekretaris jenderal CBA, juga dilaporkan sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran yang sama.

Konsekuensi dan Latar Belakang Penyidikan

Penyelidikan ini merupakan langkah penting dalam pengawasan terhadap administrasi olahraga di China, yang tengah menghadapi kampanye anti-korupsi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pada bulan April, presiden CBA, Zhang Jun, juga dikenakan peninjauan disiplin dan investigasi pengawasan, meskipun belum ada kesimpulan resmi mengenai kasusnya. Zhang Jun, yang juga merupakan anggota Dewan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), telah mengundurkan diri dari jabatannya, menyatakan alasan pribadi sebagai penyebab.

Setelah pensiun, Zhang berkontribusi pada perkembangan bulu tangkis di Tiongkok sebagai pelatih ganda tim nasional dan kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Tiongkok sebelum terpilih sebagai Presiden pada Januari 2019. Situasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh olahraga di China dalam hal integritas dan kepemimpinan.

// Artikel Terkait