Monday, 14 September 2026
Peristiwa

Penyebab Listing KMP Virgo Transport 8 Masih Dalam Penyelidikan

Kementerian Perhubungan belum mengungkap penyebab KMP Virgo Transport 8 mengalami listing dan kehilangan kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa. Proses investigasi masih berlangsung untuk menentukan...

S
Stephanie Marissa
13 September 2026 15 pembaca
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Foto: ANTARA/Ardiansyah

Kementerian Perhubungan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing atau kemiringan serta kehilangan kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Ahad (13/9/2026). Hingga kini, penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap konfirmasi lebih lanjut.

Investigasi Terhadap Penyebab Insiden

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami berbagai kemungkinan penyebab insiden tersebut. "Terkait dugaan sementara penyebab kecelakaan baik dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi serta konfirmasi lanjutan," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari yang sama.

Detail Kejadian dan Evakuasi

KMP Virgo Transport 8 mengalami listing dan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 waktu setempat. Kapal ini merupakan kapal roro penumpang berbendera Indonesia dengan ukuran 8.540 GT yang dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping dan dinakhodai oleh Arief Yunianto. Berdasarkan data manifes, terdapat 241 orang di atas kapal, termasuk kru, mitra kerja, penumpang, serta sopir dan kernet.

Sampai laporan ini disampaikan, sebanyak 143 orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat atau mendapatkan perawatan medis. Proses pencarian dan pendataan masih berlangsung. Selain itu, KSOP juga terus melakukan pendataan terhadap dampak insiden ini terhadap muatan serta potensi pencemaran lingkungan. Operasi evakuasi melibatkan Basarnas Banjarmasin dan beberapa kapal yang berada di sekitar lokasi, termasuk KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP. Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga mengerahkan KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.

// Artikel Terkait