Thursday, 20 August 2026
Hukum & Kriminal

Pentingnya Pendekatan Persuasif dalam Menjaga Stabilitas Aceh

Ketua Umum PP Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, AH Bimo Suryono, menekankan pentingnya peran pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kedamaian di Aceh, terutama setelah insiden penurunan b...

T
Theresia Okta Anindya
20 August 2026 8 pembaca
Ilustrasi. Situasi di Aceh dipastikan kondusif usai peristiwa Hari Damai 15 Agustus. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi. Situasi di Aceh dipastikan kondusif usai peristiwa Hari Damai 15 Agustus. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jakarta, CNN Indonesia -- AH Bimo Suryono, Ketua Umum PP Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, menggarisbawahi peran penting pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani insiden penurunan bendera merah putih yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21. Bimo menekankan bahwa situasi tersebut sangat sensitif karena berkaitan dengan simbol negara dan sejarah panjang konflik di Aceh.

Menurut Bimo, pemerintah, melalui aparat keamanan, telah menunjukkan kemampuan untuk mengambil langkah yang terukur dan tidak langsung melakukan tindakan represif yang dapat memperburuk situasi. "Saya melihat pemerintah dan Polri menunjukkan kematangan dalam menangani persoalan Aceh. Tidak semua persoalan harus dijawab dengan kekerasan. Pendekatan persuasif yang tepat justru dapat menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengorbankan kewibawaan negara," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (19/8).

Harapan untuk Penyelidikan yang Profesional

Bimo juga berharap jika terdapat indikasi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu, maka penyelidikan harus dilakukan dengan profesional. "Dengan demikian, perdamaian Aceh tetap terjaga, sementara proses hukum tetap berjalan berdasarkan fakta dan bukti," imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa KBPP Polri siap mendukung pemerintah dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Selain itu, Bimo mengajak masyarakat untuk tetap bersatu, tidak mudah terprovokasi, dan berkontribusi dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. "Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan membuat bangsa ini terpecah. Pemerintah bekerja, TNI-Polri menjaga, dan masyarakat ikut mendukung serta mengawasi. Inilah kekuatan Indonesia. Mari kita jaga keberhasilan yang sudah dicapai dan terus kita perbaiki kekurangan yang masih ada," tutupnya.

Kondisi Aceh Pasca Insiden

Di sisi lain, Bimo juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah dan aparat dalam memberikan bantuan setelah terjadinya gempa dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mencatat bahwa pemerintah tidak mengabaikan kekurangan yang ada dalam pelaksanaan program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, dan Sekolah Rakyat. Menurutnya, meskipun program tersebut tetap berjalan, sistem pelaksanaannya terus dievaluasi dan diperbaiki.

Sebelumnya, kerusuhan di depan Masjid Raya dipicu oleh penurunan bendera merah putih di tiang yang terletak di pekarangan. Massa juga mencopot lambang burung Garuda dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Lima orang sempat diamankan namun telah dibebaskan kembali. Kondisi di Aceh kini telah kembali kondusif.

Kapolda Aceh, Irjen Ruddi Setiawan, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Namun, Ruddi menegaskan bahwa situasi di Aceh saat ini sudah aman setelah kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus lalu. Dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga perdamaian.

Menko Polhukam, Yusril Ihza Mahendra, juga meminta semua pihak untuk menjaga ketenangan dan kedamaian di Aceh pasca kericuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh ke-21. "Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah kondusif dan semua pihak menjaga ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian," katanya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (17/8).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya memastikan bahwa situasi di Aceh telah terkendali setelah insiden pengibaran bendera bulan bintang. "Beberapa kegiatan yang muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah, dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," ungkap Sigit di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8).

// Artikel Terkait