JAKARTA – Obet Rumbruren, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi terkait peningkatan kasus Influenza A yang terjadi, khususnya di kalangan anak-anak usia dini. Ia mengacu pada data surveilans dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menunjukkan bahwa proporsi spesimen positif influenza mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Obet menyebutkan bahwa sebagian besar kasus yang terdeteksi adalah Influenza A (H1N1) pdm09, dengan kelompok usia 0 hingga 4 tahun menjadi yang paling terpengaruh. Ia mengingatkan bahwa anak-anak merupakan masa depan bangsa, sehingga ketika balita dan anak usia dini menjadi kelompok yang paling rentan, negara tidak boleh hanya bersikap reaktif.
Pentingnya Penguatan Layanan Kesehatan
Walaupun Kemenkes saat ini masih mengategorikan aktivitas influenza dalam level terkendali dan bersifat musiman, Obet menekankan perlunya pemerintah untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan peningkatan kasus. Hal ini termasuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan yang ada.
Obet juga mencatat adanya peningkatan jumlah rawat inap di beberapa rumah sakit sentinel, terutama di ruang rawat inap anak. Ia menilai bahwa informasi mengenai fasilitas kesehatan yang mulai penuh di berbagai daerah perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, Influenza A bukanlah sekadar flu biasa, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, di mana komplikasi dapat berujung pada kondisi serius.
Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat
Untuk itu, Obet meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini dan memastikan ketersediaan tenaga dokter spesialis anak, obat-obatan, ruang rawat anak, serta protokol penanganan yang terstandar. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Edukasi kepada orang tua dianggap sangat penting agar masyarakat dapat mengenali gejala yang memerlukan perhatian medis tanpa menimbulkan kepanikan. Obet menegaskan, “Edukasi tentang gejala yang harus diwaspadai, seperti demam tinggi, batuk, dan sesak napas, perlu digencarkan. Pemerintah juga harus menguatkan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh.”