Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengadakan dialog dengan Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Daerah (FAD) di wilayah Jabodetabek. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi anak-anak Indonesia menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada tahun 2026.
Dalam dialog tersebut, pemerintah menerima dokumen berjudul Suara Anak Indonesia yang mencakup 12 isu prioritas beserta rekomendasi solusi yang dihimpun dari aspirasi anak-anak di berbagai daerah. Masukan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan kebijakan pemerintah terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Partisipasi Anak dalam Pembangunan
Arifah Fauzi menjelaskan bahwa Forum Anak telah mengumpulkan masukan dari anak-anak di berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan hingga nasional. "Menjelang Peringatan Hari Anak Nasional, Forum Anak turut menghimpun masukan dan aspirasi anak dari berbagai daerah, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Dari proses tersebut, telah dirumuskan 12 isu beserta rekomendasi solusinya yang terangkum dalam Suara Anak Indonesia," ujarnya di Jakarta, pada hari Kamis.
Menurut Arifah, dialog ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, dan gagasan mereka secara langsung kepada pemerintah. Hal ini merupakan bagian dari pemenuhan hak anak untuk didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan, sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak dan berbagai regulasi nasional.
Peran Forum Anak
Forum Anak merupakan wadah partisipasi yang dibentuk oleh pemerintah di berbagai tingkatan, dari desa hingga nasional. Organisasi ini dikelola oleh anak-anak, untuk anak-anak, dan menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak di lingkungan masing-masing. Melalui Forum Anak, para anggotanya berperan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mengampanyekan pemenuhan hak anak, sedangkan sebagai pelapor, mereka didorong untuk melaporkan pelanggaran hak anak dan kekerasan yang terjadi di sekitar mereka.
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memberikan apresiasi atas masukan yang disampaikan oleh Forum Anak. Ia menyatakan bahwa 12 poin aspirasi dalam dokumen Suara Anak Indonesia menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam merumuskan dan menyempurnakan kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan anak. "Kita yakin melalui momentum Hari Anak Nasional ini, jika anak-anak kita terus didukung dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, Insya Allah Indonesia Emas akan terwujud. Presiden sangat menyayangi anak-anak Indonesia, karena itu kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PPPA untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia," ungkap Dudung.