Friday, 14 August 2026
Peristiwa

Pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi untuk Akses Wilayah Riau

Sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi telah selesai dibangun di Provinsi Riau, bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah dengan infrastruktur terbatas. Pembangunan ini merupakan bagi...

P
Putri Ayunda Lestari
13 August 2026 1 pembaca
Foto: Antara
Foto: Antara

Kampung Kampar, Riau - Sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi telah dibangun di berbagai lokasi di Provinsi Riau. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur. Proyek ini merupakan bagian dari peresmian total 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun oleh TNI-Polri di seluruh Indonesia, yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peresmian secara virtual dari Istana Negara. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan renovasi jembatan, termasuk di desa-desa dan wilayah terpencil.

Pembangunan Infrastruktur untuk Masyarakat

Secara keseluruhan, Polri telah menyelesaikan pembangunan dan renovasi sebanyak 895 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia. Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pembangunan di daerah terpencil, agar masyarakat yang jauh dari pusat kegiatan tetap mendapatkan akses terhadap infrastruktur yang memadai dan kualitas hidup yang lebih baik.

Dalam rangkaian peresmian, Presiden juga berinteraksi dengan sejumlah Polda melalui konferensi video, termasuk dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kabupaten Kampar. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, melaporkan bahwa pembangunan 110 jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polda Riau dan masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa proyek ini adalah respons terhadap arahan Presiden agar keberadaan negara memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Dampak Positif bagi Masyarakat

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar setiap ujung negara bekerja menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, kami di Riau berusaha menerjemahkan arahan tersebut melalui satu pekerjaan bersama,” ungkap Herry kepada Presiden. Ia menjelaskan bahwa pembangunan 110 jembatan tersebut tersebar di berbagai wilayah Riau dengan kondisi akses yang beragam.

Manfaat dari pembangunan jembatan ini juga dirasakan oleh masyarakat Desa Gobah, termasuk para pelajar. Dalam dialog dengan Presiden, Raisa Adelia, seorang pelajar berusia 13 tahun dari Desa Gobah, menceritakan kondisi jembatan sebelum diperbaiki. “Dulunya jembatan kami ini rusak parah dan bolong-bolong. Sekarang, kami sudah tidak bersusah payah untuk pergi ke sekolah karena jembatannya sudah bagus. Terima kasih Bapak Presiden, panjang umur dan sehat selalu,” ujarnya.

Selain pembangunan jembatan, Herry juga melaporkan tentang pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses di Riau. Ekspedisi ini juga mencakup kegiatan penanaman dan restorasi mangrove di kawasan pesisir sebagai upaya untuk memperkuat perlindungan alami terhadap wilayah yang terdampak abrasi.

“Dalam kegiatan tersebut, kami juga melaksanakan penanaman dan restorasi mangrove sebagai upaya memperkuat benteng alami wilayah pesisir yang terdampak abrasi,” tambah Herry.

// Artikel Terkait