Memenangkan Kejuaraan Dunia BWF merupakan salah satu pencapaian paling bergengsi dalam dunia bulu tangkis. Umumnya, para juara meraih kesuksesan di usia 20-an, ketika fisik mereka berada dalam kondisi terbaik. Namun, ada beberapa atlet yang berhasil mengejutkan banyak orang dengan meraih gelar juara dunia di usia 30-an, menunjukkan bahwa pengalaman dapat menjadi faktor penentu. Berikut adalah lima pemain tertua yang berhasil menjadi juara dunia.
Hendra Setiawan: Legenda dari Indonesia
Hendra Setiawan menjadi yang tertua dalam daftar ini setelah meraih gelar ganda putra pada tahun 2019 bersama Mohammad Ahsan di usia 35 tahun. Setelah sebelumnya menjadi juara dunia BWF pada tahun 2007, 2013, dan 2015, Setiawan menandai perjalanan kariernya yang luar biasa dengan merebut kembali mahkota di Basel. Jarak 12 tahun antara gelar pertamanya dan yang terakhir menunjukkan ketahanan dan konsistensinya dalam olahraga ini. Di final, pasangan yang dijuluki 'the Daddies' ini bertarung melawan Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi dari Jepang selama 64 menit, akhirnya menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pasangan ganda putra terbaik sepanjang masa.
Thomas Kihlstrom: Juara Ganda Campuran yang Tak Terlupakan
Thomas Kihlstrom dari Swedia meraih gelar juara dunia ganda campuran pada tahun 1983 di Kopenhagen, Denmark, berpasangan dengan Nora Perry dari Inggris. Mereka berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Steen Fladberg dan Pia Nielsen di final dengan skor 15-1, 15-11. Rekor yang ditorehkan oleh Kihlstrom masih bertahan selama 36 tahun tanpa terpecahkan.
Mohammad Ahsan dan Liliyana Natsir: Duet Sukses Indonesia
Mohammad Ahsan, yang baru berusia 31 tahun dan 352 hari, meraih gelar juara dunia ketiganya bersama Hendra Setiawan. Kemenangan ini bisa dibilang yang paling menantang, karena mereka harus berjuang dalam tiga game untuk mengalahkan Hoki dan Kobayashi di Basel. Sementara itu, Liliyana Natsir, juga di usia 31 tahun dan 352 hari, berhasil merebut gelar juara dunia BWF keempat dan terakhirnya di Glasgow pada tahun 2017 bersama Tontowi Ahmad. Mereka mengalahkan pasangan muda berbakat dari Tiongkok, Zheng Si Wei dan Chen Qing Chen, di final, menambah koleksi prestasi mereka yang juga mencakup medali emas Olimpiade tahun sebelumnya.
Thomas Laybourn: Kejutan dari Denmark
Thomas Laybourn dan Kamilla Rytter Juhl mencetak sejarah dengan memenangkan gelar ganda campuran pada tahun 2009, saat acara tersebut diselenggarakan di India. Mereka berhasil mengalahkan tiga pasangan terbaik dunia, termasuk menaklukkan juara bertahan Widianto dan Natsir di final dengan skor 21-13, 21-17. Pertanyaannya kini, apakah rekor ini akan terpecahkan pada tahun 2026?
Di antara para pemain yang diperkirakan akan bersaing tahun ini, Chou Tien Chen dari Chinese Taipei adalah satu-satunya yang memiliki peluang nyata untuk menciptakan sejarah baru. Jika ia berhasil mencapai final dan meraih kemenangan, ia akan berusia 36 tahun 227 hari pada saat itu, melampaui rekor Hendra Setiawan sebagai juara dunia tertua. Mengingat tantangan fisik yang dihadapi oleh pemain tunggal putra saat ini, pencapaian tersebut akan menjadi salah satu yang paling luar biasa dalam sejarah olahraga ini.