Friday, 21 August 2026
Olahraga

Pemain Bulu Tangkis Ukraina Tampilkan Ketahanan di Tengah Perang

Polina Buhrova dan Yevheniia Kantemyr, dua pemain bulu tangkis asal Ukraina, berkompetisi di Kejuaraan Dunia di New Delhi untuk menunjukkan semangat juang negaranya yang terimbas invasi Rusia.

N
Ni Luh Ayu Sari
20 August 2026 2 pembaca
Yevheniia Kantemyr/[Foto:Reuters]
Yevheniia Kantemyr/[Foto:Reuters]

Polina Buhrova dan Yevheniia Kantemyr, atlet bulu tangkis dari Ukraina, berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia yang berlangsung di New Delhi sebagai bentuk pernyataan ketahanan negara mereka yang sedang berjuang melawan invasi Rusia. Sejak dimulainya invasi besar-besaran oleh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, kehidupan banyak orang, termasuk Buhrova, telah berubah secara drastis.

Buhrova, yang berasal dari Kharkiv, menggambarkan situasi di Ukraina dengan menyatakan, "Keadaannya masih sangat, sangat buruk." Ia menambahkan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi sangat berat, hal tersebut memberinya kekuatan dan kebanggaan untuk mewakili negaranya sebagai seorang pejuang, serta menunjukkan bagaimana Ukraina terus berjuang, percaya, dan berkembang.

Kesulitan Latihan di Tengah Konflik

Buhrova juga mengungkapkan bahwa pelatihan tingkat tinggi di Ukraina menjadi sangat sulit, sehingga tim nasional harus mencari lokasi latihan di Italia. "Ketika perang dimulai, saya berada di Ukraina," ungkapnya. "Kami sedang berlatih di bawah hujan bom. Alarm akan berbunyi dan Anda harus melemparkan semua barang ke lantai dan berlari ke tempat perlindungan."

Rekan satu timnya, Kantemyr, yang meninggalkan Ukraina saat masih remaja dan kini tinggal di Italia, menambahkan bahwa berkompetisi di tingkat internasional memberikan makna yang lebih dalam. "Kami senang bisa mewakili (Ukraina) di level tinggi dan menunjukkan hasil yang baik serta membuat negara ini bangga," ujarnya.

Respon Terhadap Keputusan IOC

Bulan lalu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut sementara penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia, yang dianggap sebagai langkah signifikan menuju kembalinya Rusia menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Kantemyr menyebut keputusan tersebut sebagai "kesalahan besar" oleh IOC, meskipun ia menegaskan tidak menyimpan dendam pribadi terhadap atlet dari negara lain.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyatakan bahwa atlet tidak seharusnya dimintai pertanggungjawaban atas tindakan pemerintah mereka, dan bahwa organisasi tersebut akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina tanpa membenarkan perang yang terjadi. Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus di New Delhi.

// Artikel Terkait