Berita mengejutkan datang dari Pelatnas Cipayung, di mana Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Rionny Mainaky, yang menjabat sebagai kepala pelatih ganda campuran, serta asisten pelatih Amon Sunaryo. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi PBSI pada Kamis, 30 Juli, sebagai bagian dari upaya asosiasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan di Pelatnas Cipayung.
“PP PBSI dan pelatih kepala ganda campuran, Rionny Mainaky, beserta asisten pelatih, Amon Sunaryo, telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama,” ungkap badan bulu tangkis nasional. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama berada di pelatnas PBSI.
Perjalanan Karier Rionny di PBSI
Rionny Mainaky pertama kali bergabung dengan Pelatnas Cipayung sebagai pelatih tunggal putri pada 1 April 2019, setelah sebelumnya berpengalaman menangani tim putra-putri junior dan menjabat sebagai asisten pelatih ganda putra pada tahun 2008. Pada Desember 2024, PBSI melakukan perubahan besar dalam struktur kepelatihan Pelatnas, dan Rionny ditunjuk sebagai kepala pelatih utama sektor ganda campuran, menggantikan pelatih legendaris Herry IP yang kini melatih tim nasional Malaysia.
Kabar dari Malaysia dan Masa Depan Pelatnas
Saat Rionny mundur, muncul kabar dari Malaysia bahwa mantan juara dunia, Nova Widianto, juga telah memutuskan untuk meninggalkan tim nasional Malaysia. Kini, menarik untuk menantikan apakah pelatih Nova Widianto, yang sukses membawa pasangan Chen Tang Jie / Toh Ee Wei meraih gelar juara dunia tahun lalu, akan bergabung dengan Pelatnas Cipayung.