Kabar mengejutkan datang dari tim ganda campuran Pelatnas Cipayung, di mana dua pasangan andalan Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang menempati peringkat 13 dunia, serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang berada di peringkat 24 dunia, ditarik dari partisipasi mereka dalam BWF Kejuaraan Dunia 2026. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada pekan depan di New Delhi, India.
Pernyataan resmi mengenai penarikan ini disampaikan oleh PBSI pada Senin malam (3/8) WIB. "PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026," demikian bunyi pernyataan dari PBSI.
Penjelasan dari Sekretaris Jenderal PBSI
Ricky Soebagdja, Sekretaris Jenderal PP PBSI, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah organisasi untuk memastikan semua proses administrasi dan keikutsertaan atlet di kejuaraan internasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku," ungkapnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa PBSI menghormati dan mendukung proses penyelidikan yang dilakukan terhadap para pemain Indonesia untuk menjaga integritas olahraga bulu tangkis. "Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF," jelasnya.
Isu Pengaturan Skor yang Mengemuka
Di tengah beredarnya informasi di media sosial mengenai keterlibatan Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana dalam pengaturan skor di turnamen China Masters BWF World Tour Super 750 pada bulan September tahun lalu, Ricky mengingatkan agar para penggemar bulu tangkis lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Mengingat isu perjudian dan pengaturan skor sangat sensitif, ia meminta agar publik menunggu pernyataan resmi dari PBSI maupun BWF sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut.
PP PBSI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilakukan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulu tangkis.