Nova Widianto, pelatih baru ganda campuran Indonesia, mengungkapkan harapannya yang tinggi untuk perkembangan bulu tangkis di sektor ini, yang telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ia percaya bahwa untuk mengembalikan dominasi ganda campuran Indonesia, diperlukan kerja sama dan usaha keras dari semua pihak.
Setelah sukses dalam karirnya di Malaysia, Nova tidak ragu untuk kembali ke Tanah Air. "Ya kita mulai dari nol lagi. Jangan buat seperti yang kemarin-kemarin," ujarnya. Ia menambahkan, "Kita harus optimistis, yakini, kalau mereka mau bekerja keras, dan saya pelatih juga bekerja keras, saya rasa tidak susah."
Peluang di Asian Games 2026
Nova Widianto menilai bahwa penurunan prestasi tim nasional dapat menjadi peluang untuk meraih kesuksesan di Asian Games 2026. "Persaingan sekarang di ganda campuran saya lihat agak tak menentu. Banyak pasangan China yang agak menurun, nih. Jadi kita harus manfaatkan itu," jelasnya.
Selama ini, ganda campuran China mendominasi kompetisi dengan meloloskan dua pasangan ke final. Namun, pensiunnya pasangan peraih medali emas Olimpiade, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong, mulai mengurangi dominasi tersebut. Hal ini terbukti ketika pasangan Thom Gicquel dan Delphine Delrue berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia BWF baru-baru ini. "Nggak ada yang terlalu dominan lagi jadi kita harus manfaatkan, lah, kesempatan ini," imbuhnya.
Harapan dari Atlet Muda
Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, yang baru-baru ini meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2026, berharap banyak pada Nova Widianto untuk menghidupkan kembali kejayaan ganda campuran Indonesia setelah pensiunnya Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. "Program latihan dari Coach Nova Widianto ini banyak detail dan menuntut kami untuk naikkan kecepatan. Saya pribadi bersama Kak Amri juga, kami merasa cocok sama programnya yang dikasih," ungkap Nita.