Monday, 12 October 2026
Hukum & Kriminal

Mutasi 199 Personel Polri, Tiga Kapolda Baru Dilantik

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 199 personel, termasuk perwira tinggi dan menengah, dalam rangka penguatan organisasi dan pembinaan karier. Beberapa jabatan strategis, term...

D
Doni Setiawan
11 October 2026 16 pembaca
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). (AFP/BAY ISMOYO).
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). (AFP/BAY ISMOYO).

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah melaksanakan mutasi terhadap 199 personel yang meliputi Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Proses mutasi ini tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang dikeluarkan pada tanggal 10 Oktober 2026.

Dalam mutasi tersebut, posisi Wakabaintelkam Polri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Wawan Muliawan kini dialihkan menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri, sementara Brigjen Anom Setyadji diangkat untuk mengisi jabatan Wakabaintelkam Polri.

Perubahan Jabatan Strategis

Jabatan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang sebelumnya dipegang oleh Irjen Wibowo kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Aries Syahbudin. Di tingkat kewilayahan, Irjen Agus Wijayanto dilantik sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing. Selain itu, Brigjen Andi Syahriful Taufik kini menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Utara, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto, dan Brigjen Yustan Alpiani diangkat sebagai Kapolda Lampung, menggantikan Irjen Helfi Assegaf.

Pentingnya Mutasi dalam Organisasi

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier yang bertujuan untuk memperkuat kinerja institusi dan memastikan kelangsungan pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menekankan bahwa penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas.

Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi. Ia berharap pengabdian tersebut dapat menjadi landasan bagi pejabat baru untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Dia juga mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah, sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah ada. "Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif," tambahnya.

Lebih lanjut, Johnny menekankan bahwa penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik. "Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri 'Polisi Bersama Masyarakat'. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutupnya.

// Artikel Terkait