Saturday, 10 October 2026
Teknologi

Mengenal NAD+ dan Dampaknya terhadap Kesehatan Kulit

NAD+ atau Nicotinamide Adenine Dinucleotide menjadi topik hangat dalam dunia kesehatan dan perawatan kulit, terutama dalam konteks skin energy dan skin longevity. Artikel ini membahas peran NAD+ dalam...

M
Made Wirawan
08 October 2026 40 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Istilah NAD+ atau Nicotinamide Adenine Dinucleotide kini semakin sering dibahas dalam konteks kesehatan dan perawatan kulit. Molekul ini berhubungan dengan proses energi sel dan mulai diperhatikan dalam konsep skin energy dan skin longevity, terutama untuk menjelaskan mengapa kulit bisa terlihat kusam, lelah, dan kurang segar ketika tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Lalu, apa sebenarnya NAD+ dan bagaimana hubungannya dengan kondisi kulit? Simak penjelasan berikut.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Nisrina Tache, Sp.DVE, menyatakan bahwa skin energy dapat dipahami sebagai energi yang diperlukan sel kulit untuk menjalankan berbagai fungsi normal. "NAD+ menjadi salah satu ingredient yang relevan untuk pendekatan cellular energy," jelas dr. Nisrina pada acara Skin Longevity Clinic 2026 yang diadakan oleh Wardah di Jakarta Selatan baru-baru ini.

Peran NAD+ dalam Metabolisme Sel

NAD+ atau nicotinamide adenine dinucleotide adalah molekul yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme di dalam sel. Molekul ini berperan penting dalam bagaimana sel memproduksi dan menggunakan energi untuk menjalankan fungsinya. Mengingat sel kulit juga memerlukan energi untuk berfungsi secara optimal, NAD+ pun menarik perhatian dalam diskusi mengenai skin energy.

Namun, istilah skin energy tidak bisa dipahami secara harfiah sebagai baterai yang dapat diisi ulang dengan produk perawatan kulit. Analogi 'kulit memiliki baterai' lebih merupakan cara edukatif untuk membantu masyarakat memahami kebutuhan energi pada tingkat sel. Kulit yang tampak kusam atau lelah tidak selalu disebabkan oleh satu faktor saja. Rutinitas harian, kurang tidur, stres, paparan lingkungan, serta kebiasaan perawatan kulit dapat memengaruhi penampilan kulit.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Kulit

Salah satu kondisi yang sering dibahas adalah recovery gap, yaitu ketika aktivitas sehari-hari yang padat tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. Dalam situasi seperti ini, kulit dapat terlihat kurang segar. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada produk perawatan, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari. "Lifestyle seperti tidur dan recovery menjadi fondasi utama, sementara skincare dapat menjadi external support yang melengkapinya," ungkap dr. Nisrina. Ini berarti bahwa penggunaan produk perawatan kulit tidak bisa menggantikan kebutuhan tubuh akan tidur dan istirahat yang memadai.

Pembahasan mengenai NAD+ dan skin energy juga harus dipahami secara proporsional. Meskipun NAD+ memiliki peran penting dalam proses seluler, penggunaan produk perawatan yang mengandung NAD+ tidak serta merta dapat mengembalikan energi tubuh atau menggantikan waktu tidur. Dalam konteks perawatan kulit, NAD+ menjadi salah satu bahan yang dikembangkan dalam formulasi skincare dengan pendekatan cellular energy.

Manfaat yang diklaim dari suatu produk tetap harus dievaluasi berdasarkan formulasi, pengujian, dan bukti klinis. Berdasarkan pengujian pada produk yang mengombinasikan NAD+ dengan Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside dalam NAD+ Glow Energy Booster Serum yang dilaporkan oleh Wardah, penggunaan satu kali pada 33 panelis menunjukkan peningkatan instant glowing sebesar 18 persen dan instant brightening sebesar 10 persen. Sementara itu, pengujian overnight terhadap 37 panelis mencatat peningkatan hidrasi sebesar 30,8 persen dan penurunan tampilan redness sebesar 5,5 persen. Dalam pengujian selama 14 hari terhadap 40 panelis, tercatat perubahan tampilan dark spots sebesar 40,7 persen, brightening sebesar 8,9 persen, dan redness sebesar 6,6 persen.

Angka-angka tersebut merupakan hasil pengujian produk yang dilaporkan oleh merek tersebut pada panelis dalam uji coba yang dilakukan. Hasil ini tidak berarti NAD+ secara umum dapat memberikan efek yang sama pada setiap individu. Dengan demikian, istilah skin energy dan NAD+ tidak berarti kulit benar-benar memiliki 'baterai' yang dapat diisi menggunakan serum. Konsep ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara fungsi sel, energi, gaya hidup, dan perawatan kulit dalam menjaga penampilan kulit agar tetap sehat dan segar.

// Artikel Terkait