Setelah beberapa bulan yang penuh tantangan akibat cedera dan perubahan pasangan, pemain ganda putra nasional Man Wei Chong akhirnya bisa merasakan kebahagiaan. Pemain berusia 27 tahun ini mengalami cedera pada lutut kanannya yang kambuh pada bulan Maret, sehingga kesulitan untuk menemukan performa terbaiknya. Kesulitan semakin bertambah ketika ia terpaksa dipisahkan dari pasangan tetapnya, Tee Kai Wun, untuk mencoba bermain dengan pasangan lain.
Namun, setelah baru-baru ini kembali bermain bersama, mereka berhasil meraih gelar Super 750 pertama mereka di final French Open yang berlangsung pada hari Minggu. Pasangan yang menduduki peringkat 11 dunia ini memasuki final melawan pasangan sesama pemain Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, yang berada di peringkat 5 dunia. Dalam pertandingan tersebut, mereka berhasil bangkit dari ketertinggalan satu set untuk meraih kemenangan dengan skor 13-21, 21-15, 21-17 di Arena Grand Paris.
Kemenangan yang Bersejarah
Kemenangan ini menjadi gelar keenam bagi mereka sepanjang karier dan yang pertama sejak Malaysian Masters 2025. Meskipun meraih kemenangan, Man Wei Chong tetap bersikap realistis mengenai ekspektasi mereka saat ini. Ia menyatakan, “Sebenarnya tidak ada target tertentu untuk beberapa turnamen terakhir. Kami adalah tim yang tidak diunggulkan, tetapi kami benar-benar ingin tampil baik dan membawa pulang gelar juara.” Ia juga menambahkan bahwa saat berada di bawah tekanan, mereka bisa bermain lebih baik.
Man Wei Chong mengungkapkan bahwa kondisi lututnya kini "hampir pulih sepenuhnya". Kemenangan ini menjadi titik balik yang signifikan bagi pasangan tersebut, terutama setelah mereka tersingkir di babak pertama Denmark Open hanya seminggu sebelumnya. Selain itu, keberhasilan ini mengakhiri penantian Malaysia selama 22 tahun untuk meraih gelar ganda putra di French Open, dengan pencapaian terakhir diraih oleh Gan Teik Chai dan Koo Kien Keat pada tahun 2004.
Menatap Masa Depan
Final ini juga menandai pertemuan seluruh pemain Malaysia dalam turnamen Super 750. Tee Kai Wun menyampaikan kebanggaannya, “Kami senang menjadi bagian dari sejarah sebagai warga Malaysia. Semoga kita bisa memiliki lebih banyak final yang mempertemukan tim-tim Malaysia di masa depan.” Setelah meraih kemenangan di Paris, Tee Kai Wun berharap agar mereka dapat menjaga konsistensi dalam penampilan ke depannya. Ia menekankan, “Konsistensi kami kurang bagus. Kami hanya fokus dari pertandingan ke pertandingan, dan saya berpesan kepada rekan tim saya untuk memberikan yang terbaik hingga akhir.”
Setelah menjalani jadwal tur yang melelahkan selama dua minggu, keduanya kini menantikan waktu untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dan menikmati kuliner lokal.