Saturday, 10 October 2026
Olahraga

Malaysia Siap Hadapi Indonesia di Semifinal Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026

Setelah sembilan tahun menanti, Malaysia berpeluang kembali ke final Kejuaraan Dunia Junior BWF, namun harus mengalahkan Indonesia di semifinal yang digelar di Kairo.

I
Ilham Fadli Akbar
09 October 2026 9 pembaca
Tim Bulu Tangkis Indonesia/[Foto:PBSI]
Tim Bulu Tangkis Indonesia/[Foto:PBSI]

Setelah sembilan tahun berlalu, Malaysia kembali memiliki kesempatan untuk tampil di final tim campuran Kejuaraan Dunia Junior BWF. Saat ini, mereka akan menghadapi tantangan besar melawan juara 2024, Indonesia, di semifinal yang berlangsung di Kairo.

Semifinal ini menjadi ujian terberat bagi Malaysia, setelah sebelumnya menghadapi lawan yang lebih lemah di babak penyisihan grup dan meraih kemenangan 2-0 atas Estonia di perempat final yang diadakan pada hari Rabu di Stadion Internasional Kairo. Pelatih ganda junior nasional, Hazwan Jamaluddin, mengungkapkan kepuasan atas penampilan para atletnya yang hingga saat ini belum terkalahkan dan tidak kehilangan satu poin pun dalam format estafet.

Persiapan Menghadapi Indonesia

Meski demikian, Hazwan menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik para pemainnya untuk menghadapi Indonesia, yang dipandang sebagai lawan yang lebih tangguh. “Para pemain yang kami turunkan semuanya sudah siap. Kita bisa melihatnya dari cara mereka berpikir dan cara mereka tetap fokus saat bermain,” ujarnya.

Hazwan juga menambahkan, “Mereka harus tetap fokus dan selalu siap untuk pertandingan berikutnya jika mereka terpilih untuk bermain.” Malaysia telah mencapai target awal mereka untuk meraih medali di nomor beregu campuran, dengan keberhasilan melaju ke semifinal yang menjamin mereka setidaknya medali perunggu.

Keberhasilan ini juga menjadi sebuah penebusan setelah kekecewaan yang dialami tahun lalu di Guwahati, di mana perjalanan mereka terhenti di perempat final setelah kalah dari China. Kini, Malaysia memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dan mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2017 di Yogyakarta. Penantian selama sembilan tahun ini juga mencakup dua edisi yang tidak dilaksanakan pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19.

// Artikel Terkait