Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) melakukan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional di Boyolali, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lempok. Kegiatan ini berlangsung di Desa Juwangi, Boyolali, dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat serta memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas.
Pemberdayaan UMKM Lempok
Dalam program KKN ini, mahasiswa berkolaborasi dengan para pelaku UMKM lempok untuk mengembangkan produk dan strategi pemasaran. Lempok sendiri merupakan makanan tradisional yang terbuat dari ketan dan gula, yang memiliki cita rasa khas. Melalui pelatihan dan pendampingan, mahasiswa berusaha memberikan pengetahuan tentang cara pengolahan yang baik dan pemasaran yang efektif kepada para pelaku usaha.
Manfaat bagi Masyarakat
Program ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan kuliner, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan adanya inovasi dalam produk dan pemasaran, diharapkan UMKM lempok dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Mahasiswa KKN juga berupaya untuk mengenalkan lempok kepada generasi muda agar kuliner ini tidak punah dan tetap dikenal oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi kuliner lokal. Dengan demikian, pelestarian kuliner tradisional dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi lokal.