Pemain tunggal putra asal Malaysia, Leong Jun Hao, sukses menembus babak kedua China Open 2026 setelah mengalahkan HS Prannoy, wakil India, pada hari Selasa. Dalam pertandingan yang berlangsung di Gimnasium Pusat Olahraga Olimpiade di Changzhou, Leong, yang menduduki peringkat 27 dunia, menang dengan skor 21-10, 21-14.
Leong Jun Hao sebelumnya telah mencapai babak kedua dalam dua turnamen berturut-turut, yaitu Indonesia Open dan Japan Open, meskipun tidak berhasil melanjutkan perjalanan lebih jauh di kedua ajang tersebut. Kini, ia akan berusaha untuk melanjutkan performanya melawan Anders Antonsen dari Denmark atau Weng Hong Yang dari Tiongkok di babak selanjutnya.
Performa Pasangan Ganda Malaysia yang Mengecewakan
Sementara itu, pasangan ganda putra Malaysia yang baru, Aaron Chia dan Aaron Tai, mengalami kesulitan di babak pertama China Open. Mereka kalah dari pasangan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, dengan skor 21-17, 21-19 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou.
Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menghadapi awal yang sulit dalam eksperimen kemitraan baru ini, setelah pasangan Man Wei Chong dan Soh Wooi Yik juga tersingkir di babak awal Japan Open pekan lalu. Sebelumnya, pasangan debutan Tee Kai Wun dan Yap Roy King juga tidak berhasil melanjutkan langkah mereka setelah kalah dari pasangan senior independen Nur Azriyn Ayub dan Tan Wee Kiong dengan skor 25-23, 21-17.
Peluang Baru dan Tantangan di China Open
Aaron Chia pernah mengalahkan Sabar dan Reza saat berpasangan dengan Soh Wooi Yik di perempat final Malaysia Open bulan Januari lalu. Sementara itu, Tai juga mencatatkan kemenangan dua set langsung atas pasangan Indonesia tersebut bersama Kang Khai Xing di Singapore Open pada bulan Mei. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, undian yang telah direvisi memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pasangan ini untuk memulai babak baru setelah perombakan ganda putra Malaysia baru-baru ini.
Waktu perubahan ini menjadi sangat krusial, mengingat China Open menawarkan total hadiah terbesar di BWF World Tour sebesar US$2 juta, hanya kalah dari World Tour Finals. Selain itu, alokasi poin peringkat dunia yang lebih besar menjadikan setiap kemenangan sangat berarti bagi kemitraan yang baru terbentuk ini yang ingin meningkatkan peringkat mereka.