Monday, 10 August 2026
Olahraga

Lee Zii Jia Ungkap Perjuangan Emosional dalam Menghadapi Tantangan Kariernya

Mantan pebulutangkis peringkat dua dunia, Lee Zii Jia, berbagi pengalaman emosional mengenai tantangan yang dihadapinya, termasuk cedera dan penurunan performa yang membuatnya terpuruk.

S
Saraswati Indira Alika
13 July 2026 76 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:NST]
Lee Zii Jia/[Foto:NST]

Mantan pebulutangkis peringkat dua dunia, Lee Zii Jia, baru-baru ini mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya dalam beberapa musim terakhir. Dalam sebuah unggahan yang penuh emosi di media sosial, Lee mengakui bahwa ia merasa "cemas, bingung, dan sangat kehilangan arah" akibat cedera serta penurunan performa yang membuatnya terjun ke peringkat terendah dalam kariernya, yaitu peringkat 144 di awal tahun ini.

Pria berusia 28 tahun ini menyatakan bahwa ia merasa terdorong untuk mengekspresikan emosinya. "Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya duduk untuk menulis sesuatu yang sepersonal ini. Saya sudah memikirkannya sejak lama, dan jujur saja, saya sangat kesulitan sebelum memutuskan untuk membagikannya," tulis Zii Jia di Instagram. "Tapi setelah memikul semua ini selama setahun terakhir, aku merasa akhirnya perlu mengatakannya."

Perjuangan dan Kesadaran Diri

Lee melanjutkan bahwa setelah meninggalkan tim nasional, ia menyerahkan banyak aspek hidup dan kariernya kepada orang-orang yang ia percayai. "Pada saat itu, saya merasa bahwa selama saya bisa fokus pada latihan dan berkompetisi, memiliki orang-orang yang membantu saya menangani hal-hal lainnya adalah sesuatu yang patut disyukuri," ujarnya. Namun, seiring berjalannya waktu, terutama saat mengalami cedera dan kesulitan performa, ia mulai menyadari bahwa banyak hal tidak berjalan seperti yang ia harapkan.

Ia mengungkapkan, "Saya merasa cemas, bingung, dan jujur saja sangat tersesat. Tidak banyak orang di sekitar saya yang bisa saya ajak bicara secara terbuka." Lee juga menyadari bahwa ia tidak hanya berjuang dengan cedera, tetapi juga dengan perasaan tak berdaya yang telah menumpuk selama ini.

Kembali ke Jalur yang Benar

Lee Zii Jia meninggalkan Asosiasi Seniman Malaysia (BAM) pada awal tahun 2022 untuk menjadi pemain profesional dan membangun tim pendukung sendiri. Meskipun membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebagai pemain independen, ia berhasil kembali ke performa terbaiknya di musim 2024 dengan meraih beberapa gelar di Tur Dunia dan medali perunggu Olimpiade di Paris. Namun, musim lalu sangat terganggu oleh cedera yang membuatnya absen dan memengaruhi performanya.

Lee menegaskan bahwa ke depannya, ia ingin fokus pada apa yang ia cintai – bermain bulu tangkis. "Sebenarnya apa yang saya inginkan sangat sederhana. Saya ingin mengambil kembali kendali atas hidup dan karier saya. Saya ingin memutuskan siapa yang ada di sekitar saya, lingkungan seperti apa yang terbaik untuk saya, dan saya ingin kembali ke sesuatu yang lebih sederhana — hanya bermain bulu tangkis," jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun mengalami banyak tekanan mental dan emosional, ia bertekad untuk terus berjuang.

Lee Zii Jia mengakhiri pernyataannya dengan keyakinan untuk tidak menyerah. "Saya tidak tahu seperti apa masa depan, dan saya tidak tahu berapa lama semua ini akan berlangsung. Tapi saya ingin Anda tahu ini — saya tidak akan menyerah begitu saja. Tidak peduli berapa banyak momen sulit yang masih ada di depan, dan tidak peduli berapa banyak keraguan dan kegagalan yang mungkin masih harus saya hadapi, saya akan terus berjuang sampai hari di mana saya benar-benar tidak bisa bermain lagi."

Belakangan ini, Lee menunjukkan kemajuan positif dengan mencapai semifinal Tur Dunia di Canada Open awal bulan ini dan kini telah naik ke peringkat 54. Ia dijadwalkan untuk berkompetisi di Taiwan Open mulai 28 Juli hingga 2 Agustus, diikuti oleh Korea Masters pada 4-9 Agustus.

// Artikel Terkait