Lee Zii Jia menghadapi tantangan besar dalam upayanya untuk memperbaiki peringkat dan menemukan kembali performa terbaiknya setelah tersingkir di babak pertama turnamen Super 500 di Sydney pada hari Rabu. Pemain yang kini berada di peringkat 64 dunia tersebut kalah dengan skor 21-13, 24-22 dari Lee Chia Hao, yang menempati peringkat 34 dunia, di Quaycentre. Kekalahan ini mengakhiri harapan Zii Jia di turnamen yang awalnya terlihat menjanjikan.
Pemain asal Malaysia ini sebelumnya telah berjuang melewati dua pertandingan kualifikasi yang berat pada hari Selasa, di mana ia berhasil mengalahkan Shogo Ogawa dan Riki Takei dari Jepang untuk mendapatkan tempat di babak utama. Namun, kurang dari 24 jam setelahnya, dampak fisik dari pertandingan tersebut terlihat jelas saat ia berjuang melawan Chia Hao. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan bagi Zii Jia, mengingat Chia Hao datang ke Sydney dengan kepercayaan diri yang rendah, setelah mengalami sembilan kekalahan di babak pertama dari sebelas turnamen sebelumnya musim ini.
Kenangan di Sydney
Hasil ini sangat mengecewakan bagi Zii Jia, yang kembali ke Sydney dengan membawa kenangan manis, di mana ia meraih gelar Australian Open pada tahun 2024 setelah mengalahkan Chia Hao di semifinal dan kemudian mengangkat trofi. Turnamen tersebut tetap menjadi gelar World Tour terakhir yang ia raih. Zii Jia tidak dapat mempertahankan gelarnya tahun lalu karena cedera, sehingga penampilan di pekan ini menjadi momen kembalinya ia ke Australian Open untuk pertama kalinya sejak kemenangan yang berkesan itu.
Perjuangan di Kualifikasi
Pemain bulu tangkis independen ini sengaja melewatkan Malaysia Masters bulan lalu meskipun berhasil lolos ke babak utama, untuk fokus pada serangkaian empat turnamen berturut-turut, termasuk Macau Open, US Open, dan Canada Open. Rangkaian ini dianggap sebagai kesempatan penting bagi peraih medali perunggu Olimpiade untuk memperbaiki peringkatnya setelah terlempar dari 60 besar dunia akibat cedera yang berkepanjangan. Meskipun menunjukkan performa yang menjanjikan selama Piala Thomas Malaysia di Denmark, di mana ia tetap tak terkalahkan, Zii Jia masih kesulitan untuk meraih kemenangan beruntun di Tur Dunia.
Kekalahan terbaru ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh mantan juara All England tersebut dalam usahanya untuk kembali ke peringkat teratas. Berbeda dengan pemain yang memiliki peringkat lebih tinggi yang langsung masuk ke babak utama, Zii Jia sering kali harus melalui babak kualifikasi, yang mengharuskannya memainkan pertandingan tambahan sebelum turnamen dimulai. Rute yang menantang ini telah menjadi tema berulang dalam beberapa bulan terakhir, di mana ia sering kali harus mengeluarkan energi ekstra hanya untuk mencapai babak utama sebelum menghadapi lawan yang lebih bugar dan berperingkat lebih tinggi.