NAGOYA: Kunlavut Vitidsarn mencatatkan sejarah sebagai juara tunggal putra bulu tangkis Asian Games pertama bagi Thailand setelah menaklukkan Loh Kean Yew dari Singapura dengan skor 21-12, 21-16 dalam pertandingan final yang diadakan pada hari Selasa. Mantan juara dunia ini menunjukkan performa luar biasa di Nagoya melawan Loh, yang merupakan pemain pertama dari Singapura yang berhasil mencapai final Asian Games.
Kemenangan ini menjadi gelar tunggal pertama bagi Kunlavut sejak Malaysia Open pada bulan Januari lalu, setelah beberapa kali hampir meraihnya sepanjang tahun ini. Dalam pertandingan final, Kunlavut berhasil menyelesaikan game pertama dalam waktu 20 menit dan menguasai jalannya game kedua, sementara Loh tampak kesulitan untuk mengejar ketertinggalan.
Perjalanan Menuju Kemenangan
Loh berusaha untuk bangkit dan merebut kemenangan, namun Kunlavut berhasil melesat jauh untuk memastikan kemenangan sebelum memberikan penghormatan kepada penonton. Game pembuka dimulai dengan ketat, di mana kedua pemain imbang 8-8 sebelum Kunlavut mengambil alih permainan. Pebulutangkis asal Thailand ini unggul 12-8 dan kemudian memperlebar jarak menjadi 19-12 sebelum menutup game dengan skor 21-12.
Game kedua berlangsung lebih sengit, dengan kedua pemain kembali imbang di angka 13-13. Namun, Kunlavut berhasil unggul 18-15 dan mempertahankan momentum untuk meraih kemenangan 21-16, sehingga mengantarkannya meraih kemenangan 2-0. Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi bulu tangkis Thailand, di mana Kunlavut sebelumnya juga menjadi pemain Thailand pertama yang melaju ke final tunggal putra Asian Games setelah mengalahkan Alwi Farhan dari Indonesia dengan skor 21-13, 21-15 di semifinal.
Sejarah Bulu Tangkis Thailand
Pencapaian terbaik Thailand di ajang ini sebelumnya adalah medali perunggu yang diraih oleh Sangob Rattanusorn pada tahun 1970. Dalam kompetisi kali ini, China tidak berhasil meraih medali di nomor tunggal putra. Juara bertahan Asian Games, Li Shifeng, serta mantan pemain nomor satu dunia, Shi Yuqi, juga tersingkir di babak awal di Nagoya. Di sisi lain, pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, berhasil meraih gelar tunggal putri setelah mengalahkan Akane Yamaguchi dari Jepang dengan skor 21-17, 21-9 di final.