Sunday, 26 July 2026
Peristiwa

Kepolisian Akan Memanggil Kembali Satpam dan Pengemudi Alphard Terkait Kasus Lampu Merah

Kepolisian berencana memanggil kembali satpam proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard yang terlibat dalam insiden pelanggaran lampu merah di Bundaran HI, Jakarta Pusat, setelah adanya pengakuan satpam...

T
Theresia Okta Anindya
24 July 2026 67 pembaca
Foto: Tangkapan layar Instagram
Foto: Tangkapan layar Instagram

Jakarta — Kepolisian berencana untuk memanggil kembali petugas satuan pengamanan (satpam) dari proyek MRT, pengemudi mobil Toyota Alphard, serta beberapa pihak lain yang terlibat dalam mediasi insiden cekcok di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Tindakan ini diambil setelah munculnya tekanan dari publik menyusul pengakuan satpam yang merasa "dipaksa" untuk meminta maaf hingga bersujud selama proses mediasi di pos polisi.

Kasus ini menarik perhatian publik setelah rekaman suara yang diduga milik satpam beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, satpam mengungkapkan bahwa dirinya justru disalahkan dalam proses mediasi, meskipun pengemudi Alphard jelas-jelas menerobos lampu merah di pelican crossing di Jalan MH Thamrin.

Klarifikasi dari Pihak Kepolisian

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyatakan bahwa pihaknya akan mengklarifikasi semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikan kasus ini. Selain satpam dan pengemudi Alphard, dua penumpang yang berada di dalam mobil serta petugas yang bertugas di Pospol Thamrin saat mediasi juga akan dimintai keterangan. "Karena kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas atau kurang berkenan. Nah, ini kita mau klarifikasi, kita undang, seperti apa sih duduk perkaranya, persoalannya, dan pasti akan kita selesaikan sampai tuntas," ujar Braiel.

Rincian Kejadian

Menurut Braiel, insiden ini bermula ketika sebuah Toyota Alphard menerobos lampu merah di pelican crossing Jalan MH Thamrin pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Satpam yang hendak menyeberang kemudian memukul kaca mobil Alphard tersebut, yang memicu cekcok antara kedua belah pihak. Mereka kemudian meminta bantuan petugas Pospol Thamrin untuk mediasi. Saat itu, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai. Namun, setelah rekaman suara satpam beredar, muncul tuduhan bahwa proses mediasi tidak berjalan dengan adil. Dalam rekaman itu, satpam mengaku diminta untuk meminta maaf hingga bersujud setelah aparat kepolisian menyalahkannya karena memukul kaca mobil. Satpam tersebut juga mengungkapkan bahwa pengemudi Alphard sempat mengaku sebagai aparat dan mengancam akan melaporkannya ke tempat kerja agar dipecat jika masalah ini dilanjutkan.

// Artikel Terkait