Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memastikan bahwa tidak akan ada lagi latihan yang melibatkan senjata atau taktik militer dalam program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi yang menyusul kematian lima peserta SPPI.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyatakan bahwa pelatihan untuk SPPI KDKMP kini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya. "Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," ungkap Donny setelah mengadakan rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Rabu.
Perubahan dalam Program Pelatihan
Menurut Donny, saat ini para peserta hanya akan mendapatkan materi yang berkaitan dengan nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan kedisiplinan yang dimaksud adalah agar peserta dapat disiplin dalam mengikuti jadwal harian mereka.
Lebih lanjut, Donny menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan bagi calon manajer koperasi, agar mereka memiliki bekal yang cukup. "Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," katanya.
Respons Terhadap Insiden Sebelumnya
Keputusan untuk menghentikan latihan militer ini diambil sebagai respons terhadap insiden tragis yang menimpa peserta pelatihan sebelumnya. Lima peserta dilaporkan meninggal dunia, yang memicu evaluasi menyeluruh terhadap program pelatihan tersebut. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan pelatihan dapat berjalan lebih aman dan efektif bagi semua peserta.