Pada hari Rabu, di Tokyo, turnamen bulutangkis Japan Open 2026 BWF Super 750 menyaksikan kekalahan menyakitkan bagi pebulutangkis muda India, Ayush Shetty dan Unnati Hooda, serta Lakshya Sen. Ketiga atlet tersebut gagal melanjutkan ke babak berikutnya, menandai hari yang kurang menggembirakan bagi India.
Perjuangan Ayush Shetty dan Unnati Hooda
Ayush Shetty, yang sebelumnya menjadi finalis di Kejuaraan Asia, menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun harus menghadapi kekalahan. Ia berusaha bangkit setelah kehilangan game pertama, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn, unggulan kedua sekaligus mantan juara dunia dari Thailand, dengan skor 19-21, 25-23, 15-21 setelah bertanding selama 82 menit. Sementara itu, Unnati Hooda, yang berada di peringkat 24 dunia dan merupakan juara dua kali Odisha Open Super 100, juga mengalami kekalahan dari Huang Yu-Hsun. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 21-16, 16-21, 15-21, menjadikannya sebagai kekalahan kedua dari dua pertemuan dengan pemain asal Taiwan tersebut.
Kekalahan Lakshya Sen dan Harapan India
Di sisi lain, Lakshya Sen, yang pernah meraih posisi kedua di Kejuaraan All England, tidak mampu menandingi Koki Watanabe, pemain tuan rumah yang lebih diunggulkan. Pertandingan berakhir dengan skor 16-21, 14-21 dalam waktu 38 menit, menjadikan rekor head-to-head antara keduanya menjadi 4-3 untuk Watanabe. Hari itu menjadi sangat mengecewakan bagi India karena ketiga pebulutangkis yang bertanding tidak berhasil melewati babak pertama, yang tidak mencerminkan performa baik menjelang Kejuaraan Dunia di New Delhi bulan depan setelah absen selama 17 tahun.
Dalam turnamen berhadiah USD 950.000 ini, harapan India kini tertumpu pada PV Sindhu, peraih dua medali Olimpiade, dan pasangan ganda campuran Dhruv Kapila serta Tanisha Crasto. PV Sindhu akan berhadapan dengan unggulan kelima Han Yue dari China, sedangkan Dhruv dan Tanisha akan melawan unggulan teratas Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping di babak kedua yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis.