Thursday, 27 August 2026
Olahraga

Kejutan di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026: China Hanya Raih Satu Emas

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 di New Delhi berakhir dengan hasil mengecewakan bagi tim China, yang hanya meraih satu medali emas di nomor ganda putra.

N
Ni Luh Ayu Sari
26 August 2026 23 pembaca
Liang Weikeng-Wang Chang/[Foto:Sohusports]
Liang Weikeng-Wang Chang/[Foto:Sohusports]

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, berakhir pada malam tanggal 23 dengan tim bulu tangkis China mencatatkan hasil yang tidak memuaskan. Tim ini berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu, di mana satu-satunya medali emas diraih oleh pasangan Liang Weikeng dan Wang Chang di nomor ganda putra. Meskipun pencapaian ini memastikan bahwa China tetap mempertahankan rekor "memenangkan emas di setiap Kejuaraan Dunia" sejak 1983, hasil kali ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan dua medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu yang diraih pada Kejuaraan Dunia sebelumnya.

Kekalahan di Nomor Tunggal Menjadi Sorotan

Kegagalan tim tunggal putra dan kekeringan gelar selama 15 tahun bagi tim tunggal putri menjadi catatan buruk bagi tim China. Selain itu, kekalahan di final pada dua nomor unggulan, yaitu ganda campuran dan ganda putri, menjadikan medali emas ganda putra sebagai "satu-satunya penghiburan" bagi tim di turnamen ini. Kejuaraan Dunia ini juga menjadi yang terakhir di era "sistem 3 game 21 poin" dan dianggap sebagai "ujian tengah semester" menjelang Olimpiade Los Angeles. Namun, penampilan tim bulu tangkis nasional Tiongkok dalam "ujian" ini tidak memuaskan.

Di nomor tunggal putra, juara bertahan Shi Yuqi dan Weng Hongyang tersingkir di babak awal, sementara Li Shifeng juga kalah dari Naraoka asal Jepang di babak 16 besar. Ini menjadi kali pertama sejak 1995 tidak ada pemain tunggal putra Tiongkok yang mencapai perempat final. Shi Yuqi mengalami cedera yang mengganggu performanya setelah memenangkan Kejuaraan Dunia tahun lalu, sehingga ia terpaksa mundur dari beberapa turnamen musim ini. Akibatnya, peringkatnya turun dari posisi pertama menjadi keenam.

Kesulitan di Nomor Ganda dan Tantangan Masa Depan

Di nomor tunggal putri, tim Tiongkok telah mengalami 15 tahun tanpa medali emas sejak kemenangan Wang Yihan pada tahun 2011. Wang Zhiyi berhasil meraih medali perunggu, namun ia kesulitan melawan An Se-young dari Korea Selatan di semifinal. Sementara itu, Chen Yufei terkejut dengan kekalahan dari Lee Myo-mi dari Thailand di babak 16 besar. Penurunan performa di nomor tunggal ini disebabkan oleh cedera para pemain veteran dan kurangnya pengembangan pemain muda.

Di sektor ganda, pasangan ganda campuran dan ganda putri sebelumnya diharapkan menjadi kandidat kuat untuk medali emas, tetapi keduanya gagal di final. Pasangan ganda campuran peringkat satu dunia, Feng Yanzhe dan Huang Dongping, serta pasangan ganda putri Liu Shengshu dan Tan Ning, masing-masing finis sebagai runner-up setelah kalah di final. Ganda campuran mengalami kekalahan di semifinal dan final, sementara ganda putri juga tidak mampu tampil maksimal di pertandingan penentuan.

Medali emas ganda putra yang diraih oleh Liang Weikeng dan Wang Chang setelah delapan tahun merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, namun tidak dapat menutupi berbagai masalah yang dihadapi tim. Tim pelatih bulu tangkis nasional China dihadapkan pada tantangan untuk membantu para veteran kembali ke performa terbaik, mempercepat pengembangan bakat baru, dan meningkatkan ketahanan mental para pemain dalam pertandingan penting. Jika isu-isu mendasar ini tidak ditangani, tim bulu tangkis nasional Tiongkok berpotensi menghadapi tantangan yang lebih besar di Olimpiade Los Angeles mendatang.

// Artikel Terkait