Pornpawee Chochuwong, petenis bulu tangkis asal Thailand, kembali mencuri perhatian di Kejuaraan Dunia 2026 setelah lawannya, Nozomi Okuhara, memutuskan untuk mundur dari perempat final karena cedera lutut. Pengunduran Okuhara, yang merupakan juara tahun 2017, menjadikan Chochuwong sebagai salah satu yang dijamin meraih medali, sebuah pencapaian yang sangat berarti dalam kariernya yang telah diwarnai dengan berbagai cedera.
Chochuwong, yang saat ini menduduki peringkat 10 dunia, mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan, “Saya lebih merasa sedih daripada senang. Saya memahami kondisinya; cedera adalah sesuatu yang tidak dapat Anda kendalikan. Saya juga pernah mengalami banyak cedera. Saya menyesal mendengar bahwa dia tidak dalam kondisi yang baik untuk bermain.”
Penampilan Gemilang di Babak 16 Besar
Di sisi lain, Chochuwong telah menunjukkan performa luar biasa di babak 16 besar dengan mengalahkan unggulan keempat, Chen Yu Fei. Dalam pertandingan tersebut, ia berhasil menyelamatkan empat match point di game kedua dan melakukan comeback dari defisit besar di game ketiga, yang secara efektif menghancurkan harapan juara Olimpiade 2020 tersebut.
Prestasi ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya, mengingat meskipun Chochuwong telah mencapai banyak hal di turnamen bergengsi, ia belum pernah meraih gelar juara utama atau medali di Kejuaraan Utama. Meskipun merasa sedih dengan situasi Okuhara, Chochuwong tetap mengungkapkan kebahagiaannya, “Bagian lain dari perasaan saya adalah saya memiliki medali. Saya merasa sangat senang bisa memberikan kejutan untuk diri sendiri, terutama kemarin karena Chen adalah peraih medali emas Olimpiade. Prestasi besar ini penting bagi semua atlet, kita semua menginginkan medali dalam karier kita.”
Persiapan Menuju Semifinal
Chochuwong juga menyadari tantangan fisik yang harus dihadapi di level elite bulu tangkis. Ia menyatakan, “Kita semakin tua dan pemulihan semakin lambat. Saya memiliki mentalitas yang kuat untuk kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk kompetisi. Ada begitu banyak turnamen sehingga kita harus menjaga diri kita dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Kita semua mengerahkan seluruh upaya.”
Saat ini, fokusnya tertuju pada semifinal, di mana kesempatan untuk meraih kejayaan yang lebih besar menanti. Chochuwong bertekad untuk berada di lapangan dan memberikan yang terbaik saat momen itu tiba.