Sunday, 04 October 2026
Peristiwa

Kapal Induk Italia Menuju Indonesia, Dihawal Fregat dan KRI

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi telah memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia dengan pengawalan dari fregat Angkatan Laut Italia dan akan dijemput oleh dua KRI setibanya di perairan Indonesi...

P
Putri Ayunda Lestari
26 August 2026 96 pembaca
Foto: Tangkapan layar
Foto: Tangkapan layar

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi telah berlayar dari Italia dan dalam perjalanan menuju Indonesia. Pelayaran yang diperkirakan berlangsung selama tiga minggu ini akan dikawal oleh fregat Angkatan Laut Italia saat melintasi Laut Merah hingga Laut Arab, sebelum akhirnya dijemput oleh setidaknya dua KRI saat memasuki wilayah perairan Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa kapal tersebut telah lepas jangkar dari Italia pada Senin malam, 24 Agustus 2026. "ITS Giuseppe Garibaldi menuju perjalanan ke Jakarta," ungkap Ali kepada media.

Rute Pelayaran dan Pengawalan

Selama perjalanan, kapal akan tetap menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia. Rencana untuk mengganti bendera menjadi Merah Putih dan mengubah nama kapal menjadi nama Indonesia akan dilakukan setelah kapal tiba di Tanah Air. Kapal ini akan melewati beberapa kawasan strategis yang juga dianggap rawan, termasuk Terusan Suez, Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab. TNI AL menyatakan bahwa Angkatan Laut Italia telah menyiapkan pengawalan selama kapal melintasi bagian penting dari rute tersebut.

"Selama melintasi Laut Merah–Teluk Aden–Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal fregat Italia," jelas Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul. Pengawalan ini menjadi krusial karena Garibaldi harus menempuh jalur pelayaran internasional yang panjang sebelum memasuki Samudra Hindia.

Persiapan Menjemput di Indonesia

Perjalanan dari Italia menuju Indonesia diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga pekan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa Garibaldi direncanakan akan singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan pelayaran ke Indonesia dan diperkirakan tiba pada pertengahan September 2026.

Ketika mendekati wilayah Indonesia, skema pengawalan akan berubah. TNI AL telah menyiapkan sedikitnya dua fregat KRI serta unsur udara dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk menyambut dan mengawal kedatangan kapal. Tunggul menambahkan bahwa unsur udara juga direncanakan akan mulai beroperasi dari atas Garibaldi ketika kapal telah berada di perairan Indonesia. Ini merupakan bagian dari adaptasi TNI terhadap pengoperasian kapal dengan dek penerbangan yang lebih besar dibandingkan kapal perang Indonesia yang ada selama ini.

Penerbang helikopter dari TNI AU dan TNI AD telah menjalani latihan untuk lepas landas dan mendarat di Puspenerbal Juanda, Sidoarjo, sebagai persiapan untuk mendukung operasi helikopter lintas matra dari kapal Garibaldi. Menurut Tunggul, operasi tersebut mengacu pada konsep pengerahan alutsista trimatra, sehingga dek Garibaldi nantinya tidak hanya akan mendukung penerbangan TNI AL, tetapi juga helikopter dari TNI AD dan TNI AU.

// Artikel Terkait