Saturday, 27 June 2026
Peristiwa

Jembatan Donat di Stasiun Sudirman: Integrasi Enam Moda Transportasi di Jakarta

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Donat di Stasiun Sudirman akan menghubungkan enam moda transportasi, meningkatkan konektivitas di Jakarta. Proyek ini dita...

S
Stephanie Marissa
27 June 2026 2 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginformasikan bahwa proyek pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) yang dikenal dengan sebutan "Jembatan Donat" di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, akan mengintegrasikan enam jenis moda transportasi. Hal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas serta mobilitas masyarakat di Jakarta.

"Nanti, di TOD tersebut kita akan melihat konektivitas transportasi Jakarta enam moda," ungkap Dudy saat berbincang dengan media di Jakarta pada Jumat malam, 26 Juni 2026.

Enam Moda Transportasi yang Terhubung

Dudy menjelaskan bahwa enam layanan transportasi yang akan saling terhubung di kawasan tersebut meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dengan adanya integrasi ini, TOD Stasiun Sudirman diharapkan dapat menjadi simpul penting dalam memudahkan perpindahan penumpang.

Target Penyelesaian Proyek

Menurut Dudy, pembangunan Jembatan Donat ditargetkan akan rampung pada tahun 2028. Seluruh proses pelaksanaan proyek ini akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda). "Yang donat itu diharapkan bisa selesai di 2028. Dan itu sepenuhnya akan dikerjakan oleh pemda (Pemprov Jakarta) melalui MRT," jelasnya.

Dudy menambahkan bahwa kawasan berorientasi transit ini dirancang untuk menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai layanan angkutan massal, sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, nyaman, dan efisien setiap harinya.

// Artikel Terkait