Sunday, 01 November 2026
Teknologi

Inovasi Pengolahan Air Asin Jadi Air Bersih di Pesisir Pandeglang Menggunakan Energi Surya

Masyarakat pesisir Pandeglang, Banten, kini dapat mengakses air bersih berkat teknologi reverse osmosis yang didukung oleh panel surya. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Solar Water for Umma...

I
Ilham Fadli Akbar
07 October 2026 64 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

Masalah ketersediaan air bersih di wilayah pesisir sering kali lebih kompleks daripada sekadar mencari sumber air. Kandungan garam yang tinggi dalam air serta terbatasnya infrastruktur listrik membuat masyarakat harus menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Teknologi menjadi salah satu solusi yang diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan ini.

Di kawasan pesisir Pandeglang, Banten, air yang terpengaruh oleh kondisi lingkungan diolah menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) dengan dukungan energi dari panel surya. Teknologi ini diterapkan di Masjid Jami Nurul Ikhwan yang terletak di Kampung Hay-hay, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, melalui program Solar Water for Ummah yang dikembangkan oleh MyFundAction bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Indonesia dalam rangka The 15th UI Youth Environmental Action.

Teknologi Reverse Osmosis dan Panel Surya

Reverse osmosis adalah metode pemurnian air yang berfungsi dengan memberikan tekanan pada air agar dapat melewati membran semipermeabel. Membran ini memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga mampu memisahkan air dari zat terlarut dan kontaminan. Teknologi RO sangat efektif dalam mengolah air dengan kadar garam tinggi karena dapat mengurangi konsentrasi garam yang ada di dalam air. Setelah melalui proses penyaringan, air yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber air yang lebih layak sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pentingnya teknologi ini bagi masyarakat pesisir Pandeglang tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat masalah air asin merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh warga. Menariknya, sistem pengolahan air ini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi. Panel surya berfungsi untuk menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem pengolahan air tersebut. Penggunaan energi surya sangat relevan di daerah ini, mengingat masyarakat juga menghadapi masalah ketidakstabilan pasokan listrik.

Pemberdayaan Masyarakat dan Edukasi

Dengan memadukan energi terbarukan dan teknologi RO, fasilitas pengolahan air ini dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir yang memiliki paparan sinar matahari yang melimpah, sekaligus menghadapi tantangan infrastruktur yang ada. Kepala Hubungan Masyarakat MyFundAction, Shinto Fitrio, menjelaskan bahwa pemilihan energi surya merupakan bagian dari penyesuaian teknologi dengan kondisi masyarakat setempat. "Penggunaan energi surya menjadi bagian dari upaya menyesuaikan solusi dengan kondisi wilayah pesisir. Masyarakat juga mendapat edukasi mengenai cara menggunakan dan menjaga fasilitas sehingga keberlanjutannya dapat dibangun bersama," katanya.

Teknologi pengolahan air ini tidak hanya mengandalkan perangkat, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan fasilitas. Fasilitas ini dikembangkan sebagai pusat pengolahan air komunitas, sehingga warga dapat memanfaatkan layanan air sekaligus memahami cara menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut. Pendekatan ini sangat penting karena pengolahan air memerlukan pengoperasian dan pemeliharaan yang tepat agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Di wilayah tersebut terdapat sekitar 30 kepala keluarga dalam satu dusun, dengan 25 orang mengikuti proses asesmen yang mencakup total 60 anggota keluarga. Lokasi rumah warga yang berjarak sekitar 10 meter dari fasilitas membuat akses terhadap layanan air menjadi lebih mudah. Selain teknologi RO dan panel surya, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai Water, Sanitation and Hygiene (WASH) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang mencakup materi tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan lingkungan, penghematan air, dan pentingnya menjaga sumber daya air.

Dengan demikian, teknologi tidak diposisikan sebagai solusi tunggal. Penggunaan fasilitas dan perubahan perilaku masyarakat juga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga akses terhadap air bersih. Kombinasi antara teknologi RO dan energi surya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah mendasar di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan lingkungan. Bagi masyarakat pesisir, solusi ini bukan hanya sekadar menghasilkan air bersih, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sistem pengolahan air yang lebih sesuai dengan kondisi setempat tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional.

// Artikel Terkait