Thursday, 03 September 2026
Ekobis

Indonesia Mencatat Surplus Perdagangan Sebesar US$ 3,7 Miliar, Defisit Terbesar dari China

Surplus perdagangan Indonesia mencapai US$ 3,7 miliar, sementara China menjadi negara dengan defisit terbesar dalam neraca perdagangan Indonesia.

Z
Zidan Alfarezi
03 September 2026 1 pembaca
Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun
Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun

Indonesia melaporkan surplus perdagangan sebesar US$ 3,7 miliar pada bulan September 2023. Hal ini menunjukkan kinerja positif dalam sektor perdagangan meskipun terdapat tantangan dari beberapa negara mitra dagang, terutama China yang tercatat sebagai sumber defisit terbesar.

Rincian Surplus Perdagangan

Data yang dirilis menunjukkan bahwa ekspor Indonesia mencapai US$ 27,6 miliar, sedangkan impor tercatat sebesar US$ 23,9 miliar. Dengan angka tersebut, surplus yang dihasilkan mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dalam aktivitas perdagangan Indonesia. Sektor yang berkontribusi besar terhadap ekspor termasuk produk pertanian dan pertambangan.

Defisit dari China

Meskipun Indonesia mengalami surplus secara keseluruhan, China tetap menjadi negara dengan defisit perdagangan terbesar. Dalam periode yang sama, defisit perdagangan dengan China mencapai US$ 1,5 miliar. Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dari negara tersebut.

Dengan hasil ini, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

// Artikel Terkait