Eogene Ewe, pemain bulu tangkis asal Malaysia, harus mengakui keunggulan Hu Zhe An dari Tiongkok di semifinal tunggal putra Macau Open 2026. Pertandingan yang berlangsung pada hari Sabtu berakhir dengan skor 15-21, 18-21, menandai akhir perjalanan Eogene yang mengesankan di turnamen BWF World Tour Super 300 ini. Eogene, yang kini berada di peringkat 80 dunia, merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Malaysia yang tersisa di turnamen tersebut.
Kekalahan ini menambah catatan buruk Eogene melawan Hu, di mana ia sudah kalah dalam ketiga pertemuan sebelumnya. Meskipun demikian, pencapaian Eogene mencapai semifinal di Macau menjadi prestasi terbaiknya di level Super 300 sepanjang kariernya. Di babak awal, Eogene berhasil mengalahkan mantan pemain tim nasional Malaysia, Cheam June Wei, di babak kedua, dan kemudian mengejutkan unggulan kedua dari Singapura, Jason Teh Jia Heng, di perempat final.
Performa Mengesankan Meski Kalah
Walaupun gagal melaju ke final Super 300 pertamanya, Eogene mendapatkan banyak pujian dari penggemar bulu tangkis di Malaysia. Penampilannya menunjukkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan pergerakan yang lebih tajam, kepercayaan diri yang meningkat, serta kemauan untuk menyerang, yang menunjukkan bahwa ia berkembang menjadi penantang yang lebih kuat di BWF World Tour.
Dominasi Hu Zhe An di Pertandingan
Hu Zhe An memulai pertandingan dengan sangat baik, menunjukkan kontrol yang lebih baik dan menggunakan strategi permainan yang sabar untuk menciptakan peluang menyerang. Setelah skor imbang 2-2, Hu berhasil mencetak beberapa poin berturut-turut dan memimpin 7-3. Meskipun kedua pemain melakukan beberapa kesalahan, Eogene terlihat lebih terburu-buru, sementara Hu terus memperlebar jarak. Dengan skor 17-9, Hu tampak menguasai permainan dan menutup set pertama dengan skor 21-15.
Di game kedua, Eogene berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Meskipun Hu terus mencari peluang serangan, Eogene mulai menemukan ritme permainannya. Setelah menyamakan kedudukan di 12-12, pertandingan semakin ketat, dengan kedua pemain berjuang untuk menguasai lapangan. Namun, Hu memanfaatkan momen penting dengan memenangkan dua poin berturut-turut pada kedudukan 17-17. Eogene memiliki beberapa peluang di akhir pertandingan, tetapi kesalahan terburu-buru membuatnya kehilangan kesempatan. Hu menutup game kedua dengan skor 21-18 dan memastikan tempat di final.
Bagi Hu Zhe An, kemenangan ini merupakan pencapaian penting, karena ia berhasil mencapai final Super 300 pertamanya. Sebelumnya, ia juga meraih kemenangan mengesankan di perempat final melawan Dong Tian Yao, yang baru-baru ini menjadi runner-up di Australia Open. Gaya permainan Hu yang terkontrol dan kemampuannya untuk tetap tenang dalam situasi penting menjadi kunci suksesnya, dan kini ia memiliki kesempatan untuk meraih salah satu gelar senior terbesar dalam kariernya yang masih muda.