Tuesday, 06 October 2026
Peristiwa

Hasil Survei Menunjukkan Gerindra Memimpin Elektabilitas, PSI Melewati 4 Persen

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mengungkapkan hasil survei elektabilitas partai politik pada September 2026, di mana Partai Gerindra menduduki posisi teratas. Selain itu, PSI juga tercatat di a...

I
Ilham Fadli Akbar
06 October 2026 10 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada bulan September 2026 menunjukkan bahwa Partai Gerindra berada di urutan teratas dalam hal elektabilitas di antara partai-partai politik lainnya. Peneliti LKPI, Irwan Ardiansyah, mengungkapkan bahwa Gerindra memiliki elektabilitas sebesar 17,3 persen, sedangkan PDIP berada di posisi kedua dengan elektabilitas 16,8 persen.

Partai-partai lain yang tercatat dalam survei ini adalah PKB dengan elektabilitas 6,2 persen, Partai NasDem 7,3 persen, Golkar 6,1 persen, PKS 5,5 persen, PAN dan PSI masing-masing 4,3 persen, serta Partai Demokrat yang memperoleh 4,1 persen. Irwan juga mencatat bahwa 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai pilihan politik mereka.

Detail Metodologi Survei

Survei LKPI dilaksanakan antara tanggal 8 hingga 20 September 2026, melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 3,1 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan panggilan telepon yang dipandu oleh pewawancara.

Wawancara melalui telepon dilakukan kepada nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak, dengan tingkat kontak melalui telepon seluler mencapai 35 persen dan tingkat respons sebesar 33,1 persen. Sementara itu, wawancara tatap muka memperoleh tingkat respons yang lebih tinggi, yakni 64,4 persen dengan tingkat respons sebesar 58,3 persen.

Peluang Perubahan dalam Kontestasi Politik

Menurut Irwan, data yang diperoleh menunjukkan bahwa menjelang pemilihan umum 2029, masih terdapat sejumlah responden yang belum menentukan pilihan mereka. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan dalam peta persaingan politik di masa mendatang.

// Artikel Terkait