Kelompok Hamas mengklaim bahwa Israel berusaha untuk merusak kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai melalui mediasi Pemerintah Amerika Serikat. Tindakan tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya serangan militer Israel ke Jalur Gaza.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Ahad (2/8/2026), Hamas menyoroti serangan udara yang dilancarkan oleh Israel ke Gaza sejak pagi hari, yang mengakibatkan lebih dari 18 warga Palestina kehilangan nyawa mereka. Hamas menyebut serangan ini sebagai "eskalasi yang disengaja oleh pemerintah penjahat perang" yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Tuduhan Kejahatan Perang
Hamas menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan kejahatan perang serta pelanggaran kemanusiaan yang telah berulang kali dilakukan terhadap rakyat Palestina di Gaza. Mereka mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum serta menuntut pertanggungjawaban dari para pemimpin Israel atas tindakan tersebut.
Seruan untuk Tindakan Internasional
Hamas berharap agar dunia internasional tidak hanya mengamati, tetapi juga bertindak untuk menghentikan kekerasan dan mendukung upaya gencatan senjata yang telah disepakati. Mereka menekankan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi situasi yang semakin memburuk di wilayah tersebut.