Sunday, 28 June 2026
Peristiwa

Film Pendek Indonesia Berpeluang Masuk Oscar, Dubes RI: Cerita dan Budaya Kita Mendunia

Dua film pendek Indonesia berpartisipasi dalam EuroAsia Shorts 2026 di Washington D.C., dan dua lainnya telah mendapatkan status Oscar-qualifying, membuka jalan menuju Academy Awards.

Z
Zidan Alfarezi
12 June 2026 11 pembaca
Foto: Republika/Haura Hafizhah
Foto: Republika/Haura Hafizhah

Film pendek dari Indonesia semakin menunjukkan kemajuan di kancah perfilman internasional. Dua karya dari sineas Tanah Air berpartisipasi dalam EuroAsia Shorts 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Amerika Serikat. Selain itu, dua film lainnya telah berhasil meraih status Oscar-qualifying, yang memberikan kesempatan untuk mengikuti Academy Awards.

Peluang untuk Perfilman Nasional

Partisipasi Indonesia dalam festival film pendek tahunan yang mempertemukan sineas dari Asia dan Eropa ini menjadi langkah penting dalam upaya memperluas pengaruh perfilman nasional di tingkat global. Dalam acara Austrian-Indonesian Partner Film Night yang diadakan di Kedutaan Besar Austria di Washington D.C. pada 8 Juni lalu, film pendek berjudul Kepaten Obor karya Lukman Hakim dan Daly City yang disutradarai oleh Nick Hartanto, seorang sineas diaspora Indonesia, ditampilkan. Festival yang mengangkat tema "Past/Present/Future" ini menandai dua dekade penyelenggaraan EuroAsia Shorts dan dihadiri oleh sekitar 500 orang dari berbagai kalangan, termasuk komunitas film, diplomat, akademisi, serta masyarakat umum.

Status Oscar-Qualifying

Salah satu sorotan utama adalah film Daly City yang telah meraih status Oscar-qualifying. Hal ini memungkinkan film tersebut untuk mengikuti proses seleksi menuju Academy Awards, yang merupakan penghargaan perfilman paling bergengsi di dunia. Selain Daly City, film Anak Macan yang disutradarai oleh Amar Haikal juga telah mencapai kategori yang sama. Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya peluang bagi film Indonesia untuk memasuki pasar dan festival internasional.

Indroyono menekankan, "Film Indonesia memiliki kualitas cerita dan kekuatan budaya yang mampu berbicara kepada audiens global. Karena itu, kita perlu terus mendukung para sineas agar semakin banyak karya Indonesia yang tampil dan bersaing di berbagai festival internasional." Dia juga menambahkan bahwa kehadiran film Indonesia di berbagai ajang internasional tidak hanya membuka peluang menuju Academy Awards, tetapi juga memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.

Lebih lanjut, Indroyono menyatakan bahwa film dapat berfungsi sebagai alat diplomasi budaya yang efektif untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan narasi Indonesia kepada masyarakat internasional. EuroAsia Shorts 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi sejumlah kedutaan besar dan lembaga budaya internasional, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C. Bagi perfilman nasional, ajang ini menjadi salah satu pintu penting untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas di panggung global.

// Artikel Terkait