Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil keputusan untuk memprioritaskan pembangunan jalur LRT Jakarta menuju Dukuh Atas, dibandingkan dengan rute menuju Jakarta International Stadium (JIS). Langkah ini diambil agar trase LRT Jakarta dapat segera terselesaikan hingga ke Dukuh Atas.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, yang akrab disapa MTZ, berpendapat bahwa keputusan untuk melanjutkan pembangunan jalur LRT ke Dukuh Atas adalah langkah yang tepat. Menurutnya, ini merupakan pilihan yang paling realistis mengingat pengurangan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. "Kalau ke Dukuh Atas itu kan tinggal melanjutkan dari Manggarai, anggaran mungkin lebih masuk untuk sekarang," ujarnya saat dihubungi di Jakarta.
Pentingnya Pembangunan LRT ke Utara
MTZ mengakui bahwa baik pembangunan LRT ke Dukuh Atas maupun ke JIS memiliki urgensi masing-masing. Namun, ia menekankan bahwa kedua proyek tersebut tidak dapat dilaksanakan secara bersamaan. Terlebih lagi, anggaran yang dibutuhkan untuk jalur LRT di wilayah utara dipastikan akan sangat besar. "Setelah ke Dukuh Atas, harus dilanjutkan ke utara," tambahnya.
Target Penyelesaian Proyek LRT
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa proyek LRT Jakarta Fase 1B diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat. Ia menargetkan bahwa layanan transportasi berbasis rel yang menghubungkan Kepala Gading dengan Manggarai dapat beroperasi pada Agustus 2026. "Nanti ini monorel (LRT Jakarta) mudah-mudahan bulan Agustus akan diresmikan. Panjang monorelnya 12,5 kilometer, 11 stasiun dari Velodrome (Pegangsaan Dua) sampai dengan Manggarai," jelas Pramono di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.