Saturday, 03 October 2026
Peristiwa

Dukungan Kementerian PU untuk Air Minum dan Sanitasi bagi Pengungsi Gempa di Reok NTT

Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat layanan air minum dan sanitasi untuk 2.623 pengungsi yang terdampak gempa di Kecamatan Reok, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan das...

T
Theresia Okta Anindya
23 August 2026 81 pembaca
Sejumlah tangki penyimpanan minyak di Provinsi Sichuan, China barat daya.
Sejumlah tangki penyimpanan minyak di Provinsi Sichuan, China barat daya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan dukungan untuk penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 warga yang terdampak gempa bumi dan saat ini mengungsi di dua posko pengungsian yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan sarana yang ada serta segera memobilisasi peralatan tambahan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi," ujarnya di Jakarta pada hari Sabtu.

Detail Posko Pengungsian

Dua posko pengungsian yang dimaksud adalah Posko Golo Conggo yang menampung 1.111 jiwa dan Posko Barangkolong dengan 1.512 jiwa. Dengan jumlah pengungsi yang cukup besar, pelayanan air minum dan sanitasi harus terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.

Dukungan Sarana Air Minum

Sejak terjadinya gempa pada 15 Agustus 2026, pelayanan air minum di kedua posko telah didukung melalui unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob. Terdapat lima unit HU dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum para pengungsi. Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga unit mobil tangki air (MTA) milik PDAM Komodo dengan sumber air dari SPAM IKK Reok yang merupakan sistem yang sudah ada sebelumnya. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan distribusi air berlangsung sesuai kebutuhan di kedua posko.

Mobilisasi Peralatan Tambahan

Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU saat ini sedang memobilisasi tambahan sarana dari Lombok ke Reok. Peralatan yang disiapkan meliputi 4 unit MTA, 1 unit mobil vakum, dan 1 dump truck. Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan 5 set HU, 2 unit portable MCK, dan 1 unit Biority untuk memperkuat pelayanan air minum dan sanitasi di lokasi pengungsian. Semua peralatan tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman dari Lombok, NTB, dan diperkirakan akan tiba di Reok pada malam Minggu (23/8/2026). Setelah tiba, peralatan akan segera dimobilisasi dan ditempatkan sesuai kebutuhan di dua posko pengungsian dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Fasilitas Sanitasi

Untuk fasilitas sanitasi, saat ini masyarakat menggunakan MCK darurat dan MCK milik warga sekitar. Penambahan portable MCK dan mobil vakum dari Kementerian PU diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sanitasi sekaligus mendukung pengelolaan limbah di kawasan pengungsian. Dukungan ini merupakan bagian dari respons Kementerian PU dalam menangani dampak gempa bumi di NTT. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM, BNPB, TNI-Polri, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak dapat berjalan selama masa tanggap darurat.

// Artikel Terkait