Saturday, 03 October 2026
Peristiwa

DPRD DKI Jakarta Dorong Peningkatan Sistem Keamanan Kebakaran di Gedung

DPRD DKI Jakarta meminta agar semua gedung di Ibu Kota dilengkapi dengan sistem deteksi kebakaran dan alat pemadam api ringan, setelah meningkatnya insiden kebakaran di wilayah tersebut.

F
Farhan Hakim
23 September 2026 35 pembaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mengimbau pemerintah untuk memastikan bahwa semua gedung di Jakarta memenuhi standar keselamatan kebakaran, termasuk adanya sistem deteksi dini serta alat pemadam api ringan (APAR). Permintaan ini muncul seiring dengan meningkatnya jumlah kejadian kebakaran di Ibu Kota sepanjang tahun 2026.

Pentingnya Sistem Pencegahan Kebakaran

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menegaskan bahwa penguatan sistem pencegahan kebakaran perlu menjadi fokus utama, terutama setelah beberapa kebakaran terjadi dalam waktu yang berdekatan. Salah satu insiden yang mencolok adalah kebakaran yang terjadi di gedung Bappenda DKI Jakarta pada 7 Agustus dan kembali pada 21 Agustus 2026.

“Kami sangat prihatin, peristiwa musibah tersebut terjadi dalam rentang waktu yang pendek,” ungkap Suhud pada Selasa (22/9/2026). Ia juga menambahkan bahwa baru-baru ini terjadi kebakaran di bangunan rendah di sekitar Pasar Kebayoran Lama.

Standar Keselamatan yang Belum Dipenuhi

Suhud menyatakan bahwa masih ada banyak bangunan di Jakarta yang belum memenuhi standar keselamatan kebakaran, baik dari segi sistem deteksi potensi kebakaran maupun ketersediaan APAR. “Padahal sudah ada aturan berupa UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta aturan turunannya,” jelas Suhud, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS DKI Jakarta.

Ia meminta agar Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan. Hal ini termasuk memastikan bahwa gedung-gedung di Jakarta memenuhi persyaratan keselamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Ini harus jadi perhatian serius Pemprov DKI dalam mengedukasi pencegahan kebakaran di tengah masyarakat, baik kepada pengelola gedung swasta maupun pemerintah,” tegasnya.

Suhud juga mengingatkan akan potensi cuaca kering yang dapat berkontribusi terhadap ancaman kebakaran, terutama terkait dengan fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2027. “Terlebih ancaman El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2027,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, terdapat 1.216 kejadian kebakaran yang tercatat di Jakarta dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, data dari BPBD DKI Jakarta mencatat 457 kejadian kebakaran yang terjadi selama bulan Juli hingga Agustus 2026.

// Artikel Terkait