Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan bahwa gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur baru-baru ini telah mempengaruhi 12 gudang yang dikelola oleh perusahaan tersebut. Kejadian ini terjadi pada tanggal 14 September 2023, dan pihak Bulog segera melakukan penilaian untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi.
Budi Waseso menjelaskan bahwa saat ini tim dari Bulog sedang melakukan evaluasi terhadap kondisi gudang-gudang yang terdampak. "Kami sedang memeriksa setiap gudang untuk mengetahui sejauh mana kerusakannya dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keselamatan dan keamanan stok pangan menjadi prioritas utama dalam situasi ini.
Langkah Selanjutnya untuk Pemulihan
Setelah penilaian selesai, Bulog akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Budi Waseso menekankan pentingnya segera mengatasi masalah ini agar distribusi pangan tidak terganggu. "Kami berkomitmen untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan terjaga," tambahnya.
Selain itu, Bulog juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan bantuan dalam proses pemulihan. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya untuk mempercepat proses pemulihan ini," jelasnya.
Komitmen Bulog dalam Menjaga Stok Pangan
Budi Waseso menegaskan bahwa meskipun ada dampak dari gempa, Bulog tetap berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayah tersebut. "Kami akan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan pangan tetap terpenuhi, meskipun dalam situasi yang sulit ini," tutupnya.