Pebulutangkis muda Indonesia, Dania Sofea Zaidi, pernah merasakan keraguan yang mendalam mengenai masa depannya di dunia bulutangkis setelah mengalami cedera lutut yang serius. Bintang ganda ini mengungkapkan bahwa tantangan mental yang dihadapinya selama proses pemulihan dari operasi ligamen anterior cruciate (ACL) jauh lebih berat dibandingkan rehabilitasi fisik, sehingga keberhasilannya meraih gelar ganda campuran di Philippines International Challenge menjadi sangat berarti.
Dania bersama pasangannya, Goh Boon Zhe, menuntaskan comeback luar biasa dengan mengalahkan pasangan Thailand, Phuwanat Horbanluekit dan Fungfa Korpthammakit, dengan skor 21-4, 21-14 dalam waktu hanya 25 menit di final yang berlangsung di Manila pekan lalu. Kemenangan ini diraih hanya beberapa minggu setelah Dania kembali berkompetisi di Kejuaraan Nasional U-21 di Kuantan, di mana ia dan Tan Zhing Hui berhasil melampaui ekspektasi dengan mencapai final ganda putri.
Perjuangan dan Harapan
Ini menjadi penghargaan yang layak bagi Dania yang baru berusia 18 tahun, mengingat karirnya sempat terhenti akibat cedera ACL pada lutut kirinya saat mengikuti Kejuaraan Tim Campuran Nasional U-18 di Penang pada bulan Agustus tahun lalu. Cedera tersebut terjadi pada waktu yang sangat tidak tepat, hanya beberapa bulan setelah ia dan Low Zi Yu meraih medali perak ganda putri di Kejuaraan Dunia Junior 2024, dan menjadikannya salah satu prospek ganda putri paling menjanjikan di Malaysia.
Dania menyatakan bahwa kemenangannya di Filipina membuktikan bahwa semua usaha yang dilakukannya selama masa rehabilitasi tidak sia-sia. "Saya senang karena semua latihan yang saya jalani saat cedera akhirnya membuahkan hasil," ungkapnya di Akademi Bulu Tangkis Malaysia di Bukit Kiara pada hari Jumat. Ketika ditanya mengenai kekhawatiran akan akhir karirnya, ia mengakui bahwa pikiran tersebut sempat muncul. "Tentu saja saya memiliki pikiran-pikiran itu. Secara mental, saya tidak dalam kondisi yang baik selama cedera itu," jelasnya.
Menatap Masa Depan
Dania juga menambahkan bahwa pelatihnya selalu mengingatkannya bahwa ia masih muda dan memiliki banyak waktu untuk berkembang, yang membuatnya terus berlatih meskipun menghadapi tantangan mental yang berat. Meskipun telah berhasil meraih gelar internasional pertamanya sejak kembali, Dania menegaskan bahwa ia tidak ingin berpuas diri. "Momentum ini harus terus berlanjut karena ini baru satu turnamen. Masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan," katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa kaki kirinya belum sepenuhnya pulih setelah operasi dan masih dalam proses pemulihan. Dalam turnamen tersebut, Dania kembali berpasangan dengan Boon Zhe, dan keduanya langsung menunjukkan kekompakan untuk mengakhiri penantian gelar mereka. Dania menyampaikan bahwa Boon Zhe sangat senang dengan kesuksesan mereka, sementara para pelatih mengingatkan untuk tidak terlalu merayakan karena perjalanan mereka masih panjang. Dengan Zi Yu kini menjalin kemitraan ganda putri yang menjanjikan bersama Noraqilah Maisarah Ramdan di sirkuit senior, kembalinya Dania yang sukses menandakan fokus yang lebih besar pada ganda campuran saat ia berusaha membangun kembali karirnya.