Erupsi Anak Krakatau yang terjadi pada 10 April 2023 telah memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat. Dalam situasi ini, PHRI Jawa Barat berupaya untuk memantau dampak yang ditimbulkan, terutama terkait dengan tingkat okupansi hotel dan pembatalan reservasi oleh para wisatawan.
Pantauan Okupansi Hotel
PHRI Jawa Barat mengungkapkan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi pasca-erupsi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana erupsi tersebut mempengaruhi minat wisatawan untuk mengunjungi daerah sekitar. Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar, menyatakan bahwa mereka akan mengumpulkan data mengenai tingkat hunian hotel setelah kejadian tersebut.
Respon Terhadap Pembatalan Reservasi
Selain itu, PHRI juga mencatat adanya pembatalan reservasi dari beberapa tamu yang khawatir akan keselamatan mereka. Herman menambahkan bahwa pihaknya berupaya untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada para wisatawan agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat. "Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung agar mereka merasa aman dan nyaman," ujarnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, PHRI Jawa Barat berharap dapat meminimalkan dampak negatif dari erupsi Anak Krakatau terhadap sektor pariwisata, serta menjaga kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke daerah tersebut.