Monday, 19 October 2026
Teknologi

Claude Science: Inovasi AI yang Mendukung Penelitian Medis

Kecerdasan buatan semakin berperan dalam penelitian ilmiah, termasuk dalam pengembangan obat baru. Claude Science dari Anthropic menjadi salah satu teknologi yang digunakan dalam kolaborasi dengan Nov...

I
I Gusti Ngurah Pramana
11 October 2026 60 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id – Kecerdasan buatan (AI) kini telah melampaui fungsi dasar seperti menjawab pertanyaan dan merangkum dokumen. Teknologi ini juga mulai dimanfaatkan dalam penelitian ilmiah yang kompleks, termasuk pencarian obat baru. Salah satu inovasi yang digunakan dalam pengembangan riset ini adalah Claude Science yang dikembangkan oleh Anthropic.

Pada 7 Oktober 2026, perusahaan farmasi Novo Nordisk mengumumkan kerja sama dengan Anthropic untuk memanfaatkan teknologi AI dalam memperkuat proses penelitian dan pengembangan obat. Dalam kolaborasi ini, Novo Nordisk akan menguji Claude Science dalam beberapa alur kerja spesifik di bidang penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Pengujian ini akan berfokus pada isu-isu ilmiah yang dapat ditangani lebih efektif melalui kolaborasi antara ilmuwan dan teknologi AI.

Peran Claude Science dalam Riset Medis

Langkah ini menunjukkan bagaimana model AI mulai diarahkan untuk mendukung pekerjaan yang memerlukan penalaran ilmiah, bukan hanya menghasilkan teks berdasarkan instruksi pengguna. Claude merupakan bagian dari keluarga model AI yang dikembangkan oleh Anthropic, dirancang untuk membantu pengguna dalam berbagai tugas, mulai dari pemahaman informasi hingga analisis dan penalaran.

Dalam kerja sama dengan Novo Nordisk, Claude Science akan diuji untuk mendukung kegiatan penelitian ilmiah. Fokus penggunaannya mencakup penalaran biologis, yaitu proses analisis dan pemahaman hubungan dalam sistem biologis. Kemampuan ini sangat relevan dalam penelitian medis, seperti ketika ilmuwan berusaha memahami mekanisme penyakit atau mengevaluasi cara kerja kandidat obat.

Dengan dukungan AI, peneliti dapat memperoleh bantuan dalam menelaah informasi ilmiah, mengidentifikasi hubungan yang relevan, dan mengeksplorasi hipotesis yang dapat diteliti lebih lanjut. Namun, Claude Science tidak dapat secara mandiri menemukan obat yang aman dan efektif. Hasil analisis dari AI tetap harus diperiksa oleh ilmuwan dan dibuktikan melalui eksperimen serta tahapan pengujian yang sesuai.

Tantangan dan Harapan dalam Penemuan Obat

Dalam pengumuman kolaborasi tersebut, Novo Nordisk menyatakan akan bekerja sama dengan Anthropic untuk mengatasi berbagai tantangan dalam proses penemuan obat yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan dan tim komputasinya. Kedua perusahaan juga akan mengembangkan solusi untuk menjawab tantangan ilmiah dan memperbaiki alur kerja penelitian, dengan tujuan mendukung penalaran biologis dan mempercepat proses penemuan serta pengembangan obat.

Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk, menyampaikan bahwa AI berpotensi meningkatkan produktivitas dalam penelitian dan pengembangan serta membantu ilmuwan memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik. "AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan," ungkapnya.

Bagi Novo Nordisk, pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi waktu, tetapi juga membuka peluang ilmiah baru yang sebelumnya lebih sulit untuk dieksplorasi. Meskipun demikian, perusahaan belum mengungkapkan obat tertentu yang akan dihasilkan dari kolaborasi ini atau berapa lama waktu penelitian yang dapat dipangkas. Oleh karena itu, dampak nyata dari Claude Science terhadap pengembangan obat masih harus dilihat dari hasil penerapannya.

Dario Amodei, CEO dan salah satu pendiri Anthropic, menilai bahwa perkembangan AI memiliki potensi untuk mendorong kemajuan signifikan dalam bidang biologi dan kedokteran. "Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad, berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa akses para peneliti terhadap model AI yang mutakhir, aman, dan terpercaya dapat membantu mempercepat waktu penelitian serta meningkatkan hasilnya. Pernyataan ini mencerminkan optimisme Anthropic terhadap peran AI dalam penelitian ilmiah. Namun, percepatan terobosan medis dalam rentang waktu tertentu masih merupakan proyeksi, bukan kepastian bahwa seluruh proses penemuan obat akan berlangsung lebih singkat.

Selain mendukung penelitian medis, Novo Nordisk juga akan memanfaatkan model AI dari Anthropic untuk memperkuat pengembangan perangkat lunak. Langkah ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk memperluas penggunaan AI di berbagai lini operasional. Kedua perusahaan menyatakan bahwa kolaborasi ini akan dilengkapi dengan tata kelola data yang kuat dan pengawasan manusia agar pemanfaatan AI tetap sesuai dengan standar etika dan kepatuhan.

Penerapan Claude Science dalam lingkungan penelitian medis akan menjadi contoh bagaimana AI dikembangkan untuk mendukung pekerjaan ilmiah yang membutuhkan ketelitian tinggi. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan model dalam menganalisis informasi, tetapi juga oleh validasi ilmiah, kualitas data, dan pengawasan manusia terhadap hasil yang dihasilkan.

// Artikel Terkait