Pemain bulu tangkis terbaik dari Taiwan, Chou Tien Chen, berhasil meraih kemenangan di China Open, sebuah turnamen bulu tangkis bergengsi dengan kategori Super 1000, yang berlangsung kemarin. Ini merupakan gelar pertamanya di musim ini. Selama turnamen, Chou menunjukkan sikap ramahnya dengan mentraktir kopi kepada para penggemar dari kantong pribadinya.
Saat ditanya oleh media mengenai tindakannya mentraktir kopi, Chou Tien Chen mengungkapkan bahwa ia merasa cukup lelah pada hari itu dan tidak dapat memberikan tanda tangan kepada semua penggemar. Namun, banyak penggemar yang menunggu di luar hotel, sehingga ia meminta kepada resepsionis untuk menyiapkan kopi bagi mereka, "dengan harapan mereka bisa menghilangkan dahaga dan menunggu di sini sampai orang lain menandatangani tanda tangan."
Kemenangan Bersejarah di China Open
Chou Tien Chen berhasil merebut kembali gelar Super 1000 Series sejak Indonesia Open 2019, menjadikannya sebagai pemain tunggal putra Taiwan pertama yang meraih gelar Super 1000 Series dua kali. Kemenangan ini juga menciptakan sejarah baru dalam dunia bulu tangkis, karena Chou, pada usia 36 tahun dan 199 hari, menjadi juara Super 1000 Series tertua dalam sejarah.
Pertandingan Dramatis Melawan Popov
Pemain yang kini berada di peringkat 6 dunia tersebut mengalahkan Toma Junior Popov dari Prancis yang berusia 27 tahun dalam pertandingan yang berlangsung ketat selama tiga set dengan skor 21-15, 7-21, 21-13. Chou membutuhkan waktu sedikit lebih dari satu jam untuk memastikan kemenangan dalam pertandingan final yang diadakan di Changzhou. Saat tinjauan video resmi menunjukkan bahwa pengembalian terakhir dari Popov keluar batas lapangan, Chou Tien Chen yang kelelahan dan emosional berlutut dengan wajah menghadap ke bawah di lapangan, tangan terentang sebagai tanda kemenangan.