Pemain badminton terkemuka dari Taiwan, Chou Tien Chen, mencatatkan prestasi gemilang dengan mengalahkan Toma Junior Popov, pemain unggulan dari Prancis, dalam pertandingan final yang berlangsung ketat. Pertarungan tersebut berakhir dengan skor 21-15, 7-21, 21-13 di ajang Super 1000 China Open 2026 yang diadakan hari ini. Dengan kemenangan ini, Chou meraih gelar pertamanya di musim ini dan menjadi pemain Taiwan pertama yang memenangkan China Open serta menjadi juara Super 1000 tertua dalam sejarah.
Chou Tien Chen, yang saat ini menduduki peringkat 6 dunia, berhasil melangkah ke final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Lin Chun-yu, di semifinal yang berlangsung kemarin. Pada usia 36 tahun 198 hari, ia kembali mencapai final dalam kompetisi level 1000, menambah catatan sebagai pria tertua yang pernah mencapai final tunggal putra. Setelah berhasil meraih gelar hari ini, ia mencatatkan diri sebagai juara Super 1000 tertua dalam sejarah pada usia 36 tahun 199 hari.
Prestasi yang Mengagumkan
Chou Tien Chen sebelumnya juga pernah memenangkan Indonesia Open pada tahun 2019 dan kini kembali menambah koleksi gelar Super 1000 Series, menjadikannya sebagai pemain tunggal putra Taiwan pertama yang meraih gelar Super 1000 Series sebanyak dua kali. Dalam sejarah, satu-satunya pemain Taiwan yang pernah mencapai final dan memenangkan kejuaraan di China Open adalah Chen Feng, yang merupakan bintang tunggal putra pada tahun 1996. Namun, Chen Feng adalah pemain naturalisasi Indonesia, sehingga belum ada pemain Taiwan murni yang berhasil memenangkan kejuaraan di ajang ini.
Sejarah Baru untuk Taiwan
Dengan kemenangan yang diraihnya hari ini, Chou Tien Chen menjadi pemain Taiwan murni pertama yang berhasil meraih gelar di turnamen China Open. Prestasi ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh pencinta badminton di Taiwan, yang menyaksikan perjalanan karirnya yang inspiratif dan penuh dedikasi.