Saturday, 20 June 2026
Ekobis

China Mengimpor 28 Ton Lidi Sawit dari Indonesia, BPDP Fokus pada Peningkatan Nilai Tambah

China telah melakukan impor sebanyak 28 ton lidi sawit dari Indonesia, sementara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) berupaya meningkatkan nilai tambah dari produk sawit.

Z
Zidan Alfarezi
20 June 2026 2 pembaca
Potensi Ekonomi Limbah Sawit Sangat Besar, Bisa Mencapai Rp 28 Triliun per Tahun
Potensi Ekonomi Limbah Sawit Sangat Besar, Bisa Mencapai Rp 28 Triliun per Tahun

China telah menyerap 28 ton lidi sawit yang berasal dari Indonesia, menandakan adanya peningkatan permintaan terhadap produk sawit di pasar internasional. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) berkomitmen untuk mengoptimalkan nilai tambah dari komoditas ini, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi petani dan industri sawit dalam negeri.

Strategi BPDP dalam Meningkatkan Nilai Tambah

BPDP berencana untuk mengembangkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk sawit. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkenalkan teknologi baru dalam proses pengolahan sawit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Peluang Pasar Sawit di China

Dengan meningkatnya permintaan dari China, BPDP melihat peluang besar untuk memperluas pangsa pasar sawit Indonesia. Pihak BPDP optimis bahwa kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku industri dan pemerintah akan membantu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor sawit, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

// Artikel Terkait