Beijing: Musim bulu tangkis Shi Yuqi di tahun 2026 berpotensi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, disebabkan oleh cedera yang terus mengganggu. Diperkirakan, atlet tunggal putra Tiongkok ini akan melewatkan beberapa turnamen besar pada bulan-bulan terakhir tahun ini.
Menurut laporan media di Tiongkok dan analisis terkait jadwalnya yang akan datang, Shi diprediksi akan mundur dari Denmark Open, French Open, dan Arctic Open, sementara partisipasinya di Japan Open dan Hong Kong Open juga dianggap tidak mungkin. Jika keputusan ini dikonfirmasi, hilangnya poin peringkat akan secara efektif menutup harapannya untuk lolos ke BWF World Tour Finals di akhir musim.
Prioritas Pemulihan di Atas Kompetisi
Alih-alih terus berkompetisi dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Shi yang berusia 30 tahun kini tampaknya lebih memprioritaskan pemulihan dan mempersiapkan diri untuk memulai kembali pada tahun 2027. Ini merupakan masa yang sulit bagi Shi, di mana kondisi fisiknya semakin memengaruhi kemampuannya untuk menampilkan performa terbaik dalam bulu tangkis selama jadwal internasional yang padat.
Setelah menjalani serangkaian turnamen dengan intensitas tinggi, cedera yang berulang telah mengganggu pergerakan dan gaya permainan menyerangnya. Hal ini terlihat jelas saat ia tersingkir lebih awal di Kejuaraan Dunia dan mengalami performa yang mengecewakan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hasil-hasil tersebut menunjukkan perubahan drastis bagi seorang pemain yang biasanya bersaing untuk meraih gelar-gelar bergengsi dalam olahraga ini.
Risiko Penurunan Peringkat Dunia
Melanjutkan kompetisi di tengah cedera dapat berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius. Sebaliknya, mengambil waktu istirahat yang cukup dapat memberikan Shi kesempatan untuk pulih dengan baik, daripada kembali berkompetisi tanpa kesiapan fisik yang memadai. Berdasarkan proyeksi peringkat, jika Shi melewatkan turnamen besar yang tersisa, ia dapat terjun ke peringkat sekitar 16 dunia pada awal tahun 2027, jika pemain lain terus mengumpulkan poin.
Penurunan peringkat seperti ini dapat memengaruhi posisinya saat kembali, berpotensi mempertemukannya dengan lawan-lawan berperingkat tinggi di babak awal turnamen. Namun, bagi Shi, fokus utama saat ini adalah memulihkan kebugaran daripada hanya menjaga peringkat. Peringkat yang lebih rendah bisa diperbaiki dengan hasil di turnamen, sedangkan masalah fisik yang terus-menerus jauh lebih sulit untuk diatasi saat berkompetisi secara rutin.
Kapan Kembalinya Shi Yuqi?
Jika Shi absen hingga akhir tahun, perhatian akan tertuju pada kapan ia akan kembali ke arena bulu tangkis internasional. Salah satu kemungkinan yang sedang dibahas adalah Malaysia Open di awal musim 2027, meskipun tanggal kembalinya akan tergantung pada proses pemulihannya. Kembali pada bulan Januari akan memberikan Shi waktu beberapa bulan untuk beristirahat dari kompetisi dan membangun kembali kondisi fisiknya sebelum memasuki musim yang lebih menantang.
Hal ini juga memberi kesempatan bagi Shi untuk menghadapi tahun 2027 tanpa tekanan untuk mempertahankan peringkat, dan lebih fokus untuk secara bertahap menemukan kembali performa terbaiknya.
Potensi absennya Shi Yuqi juga akan meningkatkan perhatian terhadap kedalaman skuad tunggal putra Tiongkok. Meskipun mengalami kekecewaan di musim ini, Shi tetap menjadi sosok penting bagi tim dalam kompetisi, membantu negaranya meraih medali perak di Kejuaraan Tim Asia. Jika ia tidak dapat berpartisipasi dalam turnamen sisa tahun 2026, pemain tunggal putra Tiongkok lainnya akan memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memberikan hasil di BWF World Tour.
Bagi Shi, beberapa bulan ke depan mungkin akan lebih difokuskan pada pemulihan kesehatan agar bisa kembali berkompetisi di level yang biasa, daripada sekadar mengumpulkan poin peringkat. Setelah mengalami musim yang dipenuhi cedera yang berulang, istirahat dari kompetisi dapat memberikan kesempatan untuk pulih sebelum kembali ke kancah internasional.